Enam Hal yang Terjadi Pada Tubuh Saat Berhenti Mengonsumsi Nasi
Ada banyak manfaat positif yang bisa kita raih jika kita menghindari karbohidrat sederhana seperti nasi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM - Karbohidrat sederhana, seperti yang terdapat pada nasi, roti putih, atau mi merupakan sumber energi bagi tubuh.
Namun, asupan karbohidrat yang tinggi berpengaruh negatif pada kesehatan.
Karbohidrat memang kita perlukan, tetapi asupannya harus dibatasi.
Para pakar menetapkan konsumsi karbohidrat yang dianjurkan adalah 45-65 persen energi total perhari. Itu sudah termasuk nasi atau makanan pokok, roti, mi, kue, dan sebagainya.
Sebagian orang mulai melirik diet karbo untuk menurunkan berat badan.
Padahal, ada banyak manfaat positif yang bisa kita raih jika kita menghindari karbohidrat sederhana seperti nasi, kue tart, dan panganan manis lainnya.
1. Pembakaran lemak
Mengurangi asupan karbohidrat padat energi berarti kita menekan jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari. Hal ini akan membuat tubuh membakar lemak yang disimpan sebagai sumber energi.
Untuk mempercepat pembakaran lemak, berolahragalah sebelum sarapan. Tubuh akan membakar lemak cadangan energi dan bukan makanan yang kita asup.
2. Tidak mudah lapar
Bukan kalori yang membuat kita merasa kenyang, tapi nutrisi seperti serat, protein, dan lemak sehat.
Bila kita mengonsumsi karbohidrat sederhana, sebanyak apa pun kita makan, tubuh akan tetap mencari makanan lain yang mengandung nutrisi. Akibatnya kita pun lebih cepat lapar.
3. Perut lebih cepat rata
Satu hal yang menonjol setelah kita mengganti karbohidrat sederhana dengan yang kaya serat adalah perut lebih cepat rata.