Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Ungkap Fakta MSG, Seburuk Apa 'Micin' untuk Tubuh?

Mungkin Anda seringkali mendengar istilah yang menyebutkan bahwa micin tidak baik untuk kesehatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM - Mungkin Anda seringkali mendengar istilah yang menyebutkan bahwa micin tidak baik untuk kesehatan.

Beberapa info nutrisi yang diedarkan juga menyebut bahwa micin atau dikenal dengan Monosodium Glutamat (MSG), berbahaya jika terus dikonsumsi manusia.

Lantas, benarkah anggapan ini?

Kabar tersebut muncul pada awalnya karena, MSG dikenal sebagai bumbu makanan China yang membuat sakit kepala.

Hal ini berawal dari latar belakang, yang muncul di The New England Journal Of Medicine, pada tahun 1968.

Baca: Ganti Micin dengan Gula Sebagai Penyedap Rasa Agar Masakan Tetap Sehat

Seorang dokter mengklaim, ia mengalami sakit jantung berdebar dan memerah setelah makan di restoran China.

Bahkan, hingga ia menyebut MSG dalam makan berbahaya dan menjulukinya 'Chinese Restaurant Syndrome'.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, sebelum jauh menanggapi hal itu, sebaiknya Anda mengetahui latar belakang dari mana MSG berasal.

Bumbu yang terbuat dari natrium, glutamat, dan asam amino ini ditemukan secara alami dalam makanan seperti tomat, kecap, dan keju tua.

Glutamat digunakan sebagai penambah rasa pada tahun 1908 oleh seorang professor Jepang, yang menyebut glutamat sebagai zat yang memberi rasa.

Ia juga menyebutnya 'umami', yang dalam bahasa Jepang berarti lezat, atau rasa yang gurih, kemudian profesor ini mengajukan paten untuk memproduksi MSG.

Maka, kini MSG digunakan untuk membumbui banyak makanan di dunia.

Baca: Anda Ketagihan Rasa Gurih Dari MSG? Awas Hipertensi

Namun, laporan anekdotal tentang MSG mulai bermunculan dan gejala yang dipicu mulai dari sakit kepala, mual, hingga sesak dada.

Tetapi, bukti ilmiahnya tidak kuat, hingga pada tahun 1990-an FDA meminta kelompok ilmiah independen untuk menyelidikinya.

Kelompok ini menyimpulkan bahwa MSG aman, meski mereka mengatakan bahwa orang yang sensitif, akan mendapatkan gejala jangka pendek.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas