Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres 2019

Agar Tidak Stres, Ini yang Perlu Kamu Lakukan Jika Jagoanmu Kalah pada Pemilu

Mendekati esok, mungkin banyak orang semakin merasa deg-degan, khawatir hingga stres bila jagoannya kalah besok.

Agar Tidak Stres, Ini yang Perlu Kamu Lakukan Jika Jagoanmu Kalah pada Pemilu
www.naukrigulf.com
Ilustrasi. 

McNaughton-Cassill yang mempelajari manajemen stres dan tekanan emosional usai kejadian 9/11 menemukan bahwa orang-orang yang menjadi depresi stelahnya adalah orang-orang yang telah memiliki kondisi tersebut sebelum 9/11.

“(Kejadian tersebut) memengaruhi mood, tetapi tidak memengaruhi kesehatan mental,” ujarnya.

Baca: Pemilih Dilarang untuk Berswafoto dengan Surat Suara yang Sudah Dicoblos, Ini Alasannya

Meski demikian, dia juga menyarankan Anda untuk berusaha menjaga diri sebaik mungkin dan memperbaiki mood setelah pemilu. Caranya bermacam-macam, mulai dari sekadar menarik napas dalam, menikmati musik, berolahraga, hingga tidur secukupnya.

Namun, pastikan Anda tidak mengisolasi diri dalam upaya meningkatkan mood.

Jack Saul, direktur di Internatioanl Trauma Studies Program, berkata bahwa perawatan diri telah menjadi fokus utama, meskipun sebenarnya mengandalkan diri sendiri saja setelah trauma kolektif terjadi adalah hal terburuk yang dapat dilakukan.

Baca: Jangan Sampai Surat Suara yang Anda Coblos Tidak Sah, Perhatikan 5 Hal Berikut Ini

Perlu diketahui, trauma kolektif yang dimaksud Saul adalah pengalaman merasa terancam dan khawatir yang dirasakan bersama sebagai respons terhadap kejadian yang tiba-tiba atau berlanjut sehingga menyebabkan ancaman terhadap rasa memiliki dasar dalam masyarakat.

“Isolasi membuat seseorang merasa semakin rentan. (Trauma kolektif) memiliki dampak terhadap hubungan manusia – dan stres yang dirasakan seseorang dapat diekspresikan menjadi sifat lekas marah dan konflik di antara masyarakat,” ujar Saul. Dia melanjutkan, memperkuat hubungan dengan keluarga, komunitas dan organisasi adalah pendekatan pencegahan yang paling penting.

Pada tingkat individual, Anda dapat melakukan hal ini dengan menjalin relasi terhadap keluarga, teman dan rekan-rekan kerja.

Selain itu, Anda juga bisa berdonasi atau terlibat langsung dalam organisasi-organisasi sosial dan keagamaan dalam lingkungan terdekat Anda.

Pada intinya, mengambil tindakan langsung jauh lebih baik daripada terjebak dalam penyesalan dan berandai-andai. McNaughton-Cassill berkata bahwa berandai-andai dengan "jika saja, jika saja" tidak berguna untuk Anda ke depannya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Pilpres 2019

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas