Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cokelat Dipercaya Bantu Kurangi Risiko Depresi, Benarkah?

Penelitian dari Univeristy College London di Inggris mempelajari kaitan antara cokelat hitam dan depresi.

Cokelat Dipercaya Bantu Kurangi Risiko Depresi, Benarkah?
clever-storage.com
Cokelat. 

TRIBUNNEWS.COM - Cokelat dipercaya bisa mengurangi risiko depresi. Tak ayal banyak orang yang menyukai panganan satu ini.

Kembali ke masalah depresi, benarkah cokelat bisa bermanfaat mengatasi masalah kesehatan tersebut?

Sebab beberapa ahli ada juga yang mengatakan bahwa cokelat adalah sesuatu yang cukup dinikmati saja, mengingat kadar gula dan lemaknya tinggi.

Namun ada juga ahli yang masih yakin akan manfaat cokelat yang masih tersembunyi ini.

Menjawab pertanyaan itu, baru-baru ini penelitian dari Univeristy College London di Inggris mempelajari kaitan antara cokelat hitam dan depresi.

Baca: Rentan Depresi, Milenial Harus Bijak Bermedia Sosial

Baca: 6 Menu Sarapan Murah untuk Turunkan Berat Badan, Bisa Pilih Alpukat hingga Ubi

Baca: 7 Khasiat Konsumsi Buah Naga untuk Kesehatan Tubuh, Turunkan Berat Badan hingga Meredakan Nyeri

Penelitian berbasis survei ini menemukan orang yang mengonsumsi cokelat hitam tampaknya memiliki peluang lebih kecil untuk menderita depresi.

Dengan mengambil data dari survei Pemeriksaan Kesehatan dan Nutrisi Nasional Amerika Serikat, tim peneliti bisa mendapatkan 3.626 peserta berusia 20 tahun atau lebih.

Mengambil data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Nutrisi Nasional Amerika Serikat, tim peneliti bisa mendapatkan 3.626 peserta berusia 20 tahun atau lebih.

Ilustrasi cokelat
Ilustrasi cokelat (PicLeidenschaft)

Dengan menggunakan Kuesioner Kesehatan Pasien, tim peneliti kemudian pergi dan menilai gejala-gejala depresi. Mereka juga mempelajari cokelat hitam dan cokelat biasa secara terpisah.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tidak ada hubungan antara penurunan gejala depresi dengan cokelat biasa.

"Individu yang mengonsumsi cokelat hitam memiliki peluang 70% lebih rendah untuk melaporkan gejala depresi yang relevan secara klinis ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi cokelat," tulis para penulis studi.
Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas