Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Musik sebagai Terapi Penyembuhan, Yang Mengalami Depresi hingga Stroke Bisa Mengikutinya

Tahukah Anda bahwa musik juga dapat digunakan sebagai terapi untuk pengobatan dengan kondisi tertentu?

Musik sebagai Terapi Penyembuhan, Yang Mengalami Depresi hingga Stroke Bisa Mengikutinya
Pixabay.com
Ilustrasi Musik. 

TRIBUNNEWS.COM - Mendengar musik bisa mempengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Misalnya, mood meningkat, bersemangat, lebih mudah berkonsentrasi, atau pikiran menjadi lebih tenang?

Tahukah Anda bahwa musik juga dapat digunakan sebagai terapi untuk pengobatan dengan kondisi tertentu?

Adalah Jessica Hariwijaya, S. SN, NMT, terapis musik Siloam Hospitals Lippo Village , menjelaskan lebih rinci mengenai terapi musik lewat Instagram Live.

"Terapi musik dapat menciptakan ruang untuk berkembang, memberikan kesempatan untuk berkomunikasi tanpa diperlukan kata-kata, dan menggariskan perbedaan antara Isolation dan Connection," tutur Jessica di awal sesi live edukasi Kesehatan, Rabu (14/05) melalui aplikasi Instagram.

Baca juga: Stres dan Gaya Hidup Picu Munculnya Tekanan Darah Tinggi Hingga Stroke

Dikatakan Jessica, ahli terapis Siloam Hospitals Lippo Village, terapi musik sudah terbukti secara klinis mampu membantu menangani masalah kejiwaan yang berhubungan dengan penyakit emosional, kognitif, hingga masalah sosial.

Siapa saja yang sebaiknya mengikuti terapi musik?

Dijelaskan lebih lanjut, terapi musik dapat diikuti oleh orang yang mengalami berbagai masalah kesehatan mental, seperti ;

  • Orang yang sering mengalami depresi dan trauma karena kejadian tertentu.
  • Penderita Autisme atau anak berkebutuhan khusus
  • Orang yang mengalami kerusakan otak, seperti stroke atau cedera otak traumatis.
  • Penderita gangguan jiwa dan orang yang mengidap Dementia(pikun).

Lewat terapi musik, kata Jessica, orang-orang tersebut dapat lebih peka terhadap emosi sekaligus membangun koneksi dengan orang-orang yang mereka sayangi, imbuhnya.

Menyambung penuturan Jessica, jika anda melakukan terapi musik, maka perawatan akan dilakukan oleh terapis musik yang bersertifikat, dan bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. " Jadi syarat untuk menjadi seorang terapis musik, dia harus minimal lulusan sarjana musik, ungkap Jessica.

Baca juga: Kenali Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Stroke

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas