Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Seberapa Bahayanya Varian Covid-19 Delta Plus? Ini yang Perlu Diketahui

Varian Delta Plus sedikit berbeda dari varian Delta yang lebih menular, apakah lebih berbahaya? Ini yang perlu diketahui

Seberapa Bahayanya Varian Covid-19 Delta Plus? Ini yang Perlu Diketahui
Free/crowf
ILUSTRASI Covid-19 varian Delta Plus. Varian Delta Plus sedikit berbeda dari varian Delta yang lebih menular, apakah lebih berbahaya? Ini yang perlu diketahui 

TRIBUNNEWS.COM - Varian baru virus corona telah muncul. Para ilmuwan bekerja untuk mencari tahu apakah varian ini lebih berbahaya daripada "sepupunya", varian Delta.

Diketahui, varian Delta telah menewaskan ratusan ribu orang di India dan dengan cepat menjadi varian dominan di seluruh dunia.

Negara bagian Maharashtra, India, yang terpukul keras akibat Covid-19, kini telah memberlakukan kembali lockdown karena meningkatnya kekhawatiran tentang varian baru ini, yang disebut Delta Plus (yang bukan merupakan sebutan resmi).

Dilansir nationalgeographic.com, Delta Plus sedikit berbeda dari varian Delta—varian utama di India dan Inggris—yang lebih menular dan diperkirakan menyebabkan lebih banyak pasien rawat inap daripada jenis sebelumnya.

Vaksin yang ada efektif melawan Delta, tetapi hanya jika orang tersebut telah divaksinasi penuh.

Karena sangat berhati-hati, Organisasi Kesehatan Dunia bahkan mendesak orang yang divaksinasi penuh untuk tetap memakai masker.

Baca juga: Varian Delta Plus Terdeteksi, Pemerintah Harus Perkuat WGS dan Anggaran untuk Penelitian

Baca juga: 10 TANYA JAWAB Terkait Varian Covid-19 Delta dan Delta Plus, Apa Saja Gejalanya?

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Freepik)

"Setelah Anda divaksinasi sepenuhnya, teruslah bermain aman karena Anda bisa berakhir sebagai bagian dari rantai penularan."

"Anda mungkin tidak sepenuhnya terlindungi. Terkadang vaksin tidak bekerja," kata Bruce Aylward, penasihat senior WHO, pada konferensi pers pekan lalu.

Varian Delta Plus mulai muncul di database global sejak pertengahan Maret.

Pada 26 April kasus Delta Plus yang ditemukan di Inggris, membuat Inggris menerapkan pembatasan perjalanan internasional pada 4 Juni.

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas