Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Ini Pendapat Pakar Polimer ITB Terkait Kandungan BPA dalam Galon Guna Ulang 

Banyak orang salah mengartikan antara bahan kemasan plastik Polikarbonat dan BPA sebagai prekursor pembuatnya.

Ini Pendapat Pakar Polimer ITB Terkait Kandungan BPA dalam Galon Guna Ulang 
Shutterstock
Penggunaan galon guna ulang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DR Ahmad Zainal, pakar polimer dari ITB juga menyayangkan adanya narasi yang salah dalam memahami kandungan BPA dalam galon guna ulang berbahan Polikarbonat (PC) yang dihembuskan pihak-pihak tertentu akhir-akhir ini.

Sebagai pakar polimer, dia melihat PC itu merupakan bahan plastik yang aman.

Ahmad Zainal mengatakan antara BPA dan PC itu dua hal yang berbeda.

"Banyak orang salah mengartikan antara bahan kemasan plastik Polikarbonat dan BPA sebagai prekursor pembuatnya," katanya saat temu media bertema Standar Keamanan Kemasan Pangan dan Kesehatan Konsumen yang digelar secara online, Selasa (21/9/2021).

Selain Ahmad hadir sebagai pembicara,  Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Ir Putu Juli Ardika,  Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan bahan Penyegar, Edy Sutopo, Dosen IPB dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Aziz Boing Sitanggang, Ketua Pokja Infeksi Saluran Reproduksi Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi (POGI), dokter Alamsyah Aziz, dan Dokter Spesialis Anak, Farabi El Fouz. 

Menurut Ahmad, beberapa pihak sering hanya melihat dari sisi BPA-nya saja yang disebutkan berbahaya bagi kesehatan tanpa memahami bahan bentukannya yaitu Polikarbonatnya yang aman jika digunakan untuk kemasan pangan.

Senada,  Aziz Boing Sitanggang mengatakan yang harus dipahami masyarakat adalah bahwa BPA itu punya tolerable daily intake (TDI), yaitu jumlah maksimum kontaminan yang dapat terkonsumsi setiap hari seumur hidup tanpa menimbulkan resiko bagi kesehatan.

Menurutnya, BPA itu kontaminasinya kecil sekali.

Baca juga: Arzeti Bilbina Apresiasi Uji BPOM Atas Keamanan Galon Guna Ulang Polikarbonat

Baca juga: BPOM Wacanakan Semua Kemasan Makanan dan Minuman Diberi Label

“Jadi sebaiknya siapapun yang menyebarkan informasi mengenai BPA ini harus paham sebelum menyebarkannya,” tukasnya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas