Tribun Kesehatan

Saran Dokter Mengatasi Anak Sulit Makan, Apa yang Harus Dilakukan?

Terkadang anak melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Lalu ketika anak sulit makan, apa yang harus dilakukan?

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Saran Dokter Mengatasi Anak Sulit Makan, Apa yang Harus Dilakukan?
net
Terkadang anak melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Lalu ketika anak sulit makan, apa yang harus dilakukan? 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi usia enam bulan ke atas, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi.

Namun, terkadang anak melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Lalu ketika anak sulit makan, apa yang harus dilakukan?

Menurut dokter spesialis anak, dr Reza Abdussalam Sp.A ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orangtua. Pertama, tawarkan selalu jenis makanan yang baru. Namun ketika anak menolak, jangan cepat menyerah.

Baca juga: Sediakan MPASI Bukan Lagi Masalah untuk Ibu yang Bekerja, Ini Tips Agar Gizi Makanan Bayi Terjaga

Karena, kata dr Reza pada makanan baru, anak bisa melakukan penolakan 10-15 kali sampai benar-benar mau memakannya. Ketiga, sajikan jenis makanan baru bersama anak. Selain itu, buatlah makanan yang disukai oleh sang buah hati.

Hal penting lainnya, yang keempat adalah orangtua perlu menghilangkan asumsi kalau anak tidak suka pada jenis makanan tertentu. Seperti yang dikatakan sebelumnya, terkadang anak butuh 10-15 kali penolakan hingga sampai akhirnya bisa makan lebih baik.

Kelima, tawarkan finger food atau makanan yang dapat digenggam, sehingga anak dapat belajar makan secara mandiri. Perlu diingat, finger food yang diberikan harus sehat, aman dan bersih.

Baca juga: Bukan Sayur yang Diperbanyak, Lemak dan Protein Hewani Harus Dimasukkan dalam MPASI

Keenam, orangtua harus memahami jika anak menolak makan adalah hal yang wajar. Situasi GTM bisa saja merupakan cara untuk menunjukkan bahwa diri mereka tumbuh sebagai individu. Ketujuh, orangtua dilarang untuk memaksakan anak untuk makan.

“Karena anak tahu berapa makanan yang dibutuhkan oleh tubuh mereka. Memaksakan makan dapat mengganggu kemampuan alami anak untuk mengenali rasa lapar dan kenyang,” ungkap dr Reza saat ditemui di bilangan Jakarta Barat, Kamis (15/9/2022).

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas