Tribun Kesehatan

Sebelum Berolahraga, Lakukan Konsultasi ke Dokter Jika Alami Gejala Ini 

Dr Grace juga menyarankan tiap orang yang ingin berolahraga melakukan konsultasi dengan dokter

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sebelum Berolahraga, Lakukan Konsultasi ke Dokter Jika Alami Gejala Ini 
freepik.com
Ilustrasi olahraga - Aktivitas olahraga sangat penting dilakukan secara rutin. Tujuannya adalah untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Namun, sebelum berolahraga dianjurkan untuk lalukan konsultasi ke dokter jika alami beberapa gejala 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivitas olahraga sangat penting dilakukan secara rutin. Tujuannya adalah untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Namun, sebelum berolahraga dianjurkan untuk lalukan konsultasi ke dokter jika alami beberapa gejala.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Sport Medicine Injury Recovery Center RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr Grace Joselini Corlesa MMRS SpKO.

"Segera periksakan ke dokter apabila sebelum berlatih, pernah mengalami salah satu gejala berikut," ungkapnya pada keterangan resmi, Selasa (20/9/2022). 

Pertama, rasa nyeri pada dada, disertai dengan sesak napas, atau kelelahan berlebihan saat berolahraga.

Baca juga: Ketahui Cedera yang Sering Terjadi Pada Olahraga Lari Serta Cara Penanganannya 

Kedua, tiba-tiba pingsan atau pusing hingga kehilangan keseimbangan.

Ketiga, mengalami riwayat murmur jantung sebelumnya yaitu, kelainan pada jantung yang disebabkan oleh pembukaan katup yang tidak sempurna. 

Sehingga aliran darah dipaksa melewati bukaan sempit yang mengakibatkan suara bising atau tiupan.

Suara ini dapat dirasakan ketika dokter memeriksa melalui stetoskop. 

Selain itu coba periksakan pada dokter ketika mengalami tekanan darah tinggi.

Dr Grace juga menyarankan tiap orang yang ingin berolahraga melakukan konsultasi dengan dokter. 

Jika, memiliki salah satu faktor risiko seperti, kerabat tingkat pertama (ibu, ayah, saudara kandung) yang meninggal, atau cacat karena penyakit jantung sebelum usia 50 tahun.

Lalu, riwayat keluarga memiliki penyakit jantung .

Terakhir, mempunyai riwayat pribadi memiliki penyakit arteri koroner, jika masih berusia di atas 35 tahun.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas