Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menghapus Stigma Pada Ibu Bisa Cegah Depresi pada Ibu Usai Melahirkan 

Judge tidak bisa merawat diri, bukan orangtua yang baik, kurang bersyukur bisa berujung depresi pada ibu atau dikenal sebagai pospartum depression

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Menghapus Stigma Pada Ibu Bisa Cegah Depresi pada Ibu Usai Melahirkan 
Shutterstock
Ilustrasi - Usai melahirkan, ibu kerap mendapatkan stigma sosial yang dirasa sangat menyusahkan dan kerap mendapatkan 'judge' tidak menyenangkan dan situasi ini pun dapat berujung depresi pada ibu atau dikenal sebagai pospartum depression 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Usai melahirkan, ibu kerap mendapatkan stigma sosial yang dirasa sangat menyusahkan. 

Misalnya, lahirnya seorang anak bisa berujung baby blues pada ibu sehingga ibu bisa saja bersedih, menangis dan jarang merawat diri.

Tidak jarang ibu kerap mendapatkan 'judge' tidak menyenangkan. 

Tidak bisa merawat diri, bukan orangtua yang baik, kurang bersyukur dan sebagainya. 

Situasi ini pun dapat berujung depresi pada ibu atau dikenal sebagai pospartum depression. 

Menurut Psikolog klinis dewasa Nirmala Ika Kusumaningrum, M.Psi, stigma sosial pasca ibu melahirkan perlu dihapuskan. 

Baca juga: Momen Seorang Ibu Melahirkan di Pesawat, Penumpang Lain Ikut Bantu Proses Persalinan

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebenarnya masyarakat kita perlu menghilangkan stigma," tegasnya saat diwawancarai Tribunnews, Kamis (7/9/2023). 

Stigma pertama adalah semua tanggung jawab anak hanya diemban oleh ibu padahal dalam mengurus anak adalah kewajiban dari kedua orangtua. 

"Orang melahirkan saja sudah capek secara fisik, masih harus ngurus bayi dan suami lepas tangan. Maka cara menghapus stigma yaitu, terlibat lah orang-orang di sekitarnya, terutama suaminya," kata Nirmala lagi. 

Karena saat itu, ibu sedang butuh-butuhnya dukungan dari suami atau keluarga.

Kedua, hapuskan stigma dengan memberikan kesempatan ibu beristirahat. 

Jangan semua pekerjaan dilimpahkan pada ibu, sampai-sampai tidak punya waktu untuk diri sendiri. 

"Itu juga tidak sehat. Dia masih masa pemulihan dan butuh istirahat. Edukasi ini harus dilakukan. Bahkan semua sih dari bidan, perawat itu harus membantu edukasi ini," papar Nirmala. 

Ketiga, ketimbang memberikan penilaian pada ibu, alangkah baiknya menawarkan bantuan. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas