Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenhub Rangkul Ratusan Masyarakat Dalam Program Padat Karya di Dumai

Program padat karya ini melibatkan 100 orang masyarakat sekitar yang tidak memiliki pekerjaan dan keahlian khusus dan dilangsungkan selama 2 hari.

Kemenhub Rangkul Ratusan Masyarakat Dalam Program Padat Karya di Dumai
dok. Kemenhub
Pelaksanaan program padat karya Kementerian Perhubungan di lingkungan Kantor Distrik Navigasi Kelas I Dumai yang melibatkan 100 orang masyarakat sekitar yang tidak memiliki pekerjaan dan keahlian khusus. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Distrik Navigasi Kelas I Dumai melaksanakan program padat karya yang melibatkan 100 orang masyarakat sekitar yang tidak memiliki pekerjaan dan keahlian khusus. Kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu Senin dan Selasa (8-9 Maret 2021).

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Indragiri Hilir H. M. Wardan dan dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi V DPR RI DAPIL Riau II, Syahrul Aidi Maazat serta disaksikan oleh perwakilan dari Anggota DPRD, Kapolres Tembilahan, KSOP Kelas IV Tembilahan, PT. Pelindo I cab. Tembilahan serta Camat dan Lurah di sekitar Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala Distrik Navigasi Kelas I Dumai, Raymond Ivan Sianturi menjelaskan pihaknya mengemban tanggung jawab untuk sedapat mungkin mengajak serta masyarakat dalam pelaksanaan program padat karya khususnya anggota masyarakat yang perekonomiannya terdampak Covid-19. Adapun masyarakat yang terlibat berasal dari Tembilahan Kota dan Tembilahan Hilir.

“Pelaksanaan padat karya yang dilakukan berupa perawatan dan pemeliharaan aset Distrik Navigasi Kelas I Dumai berupa Gedung SROP dan Tower SBNP yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hilir,” kata dia, Senin (8/3).

Dia melanjutkan, kegiatan Padat Karya ini menggunakan peralatan, pengetahuan, dan teknologi tepat guna. Pengerjaan dilaksanakan secara berkelompok dengan diawasi oleh tenaga terlatih yang berasal dari unsur masyarakat guna memastikan hasil pekerjaan yang berkualitas.

“Dan mengutamakan penggunaan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian khusus, tidak bekerja dalam waktu yang lama, dan mempertimbangkan juga masyarakat yang memerlukan pekerjaan guna menyambung kelangsungan perekonomian,” lanjutnya.

Sementara itu, upah kerja para peserta padat karya ini diberikan tunai secara langsung kepada masyarakat yang terlibat kegiatan dimaksud.

“Semoga hal ini dapat membantu perekonomian masyarakat khususnya diwilayah Kabupaten Indragiri Hilir,” tutupnya.

Sebagai informasi, kegiatan Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan ini merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 Tahun 2018 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah kebijakan tanggap darurat pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19).

Kementerian Perhubungan menjadi salah satu Kementerian yang memiliki program padat karya. Jenis padat karya di sektor transportasi sendiri terdiri dari pembangunan, pemeliharaan, perbaikan serta pembersihan sarana dan prasarana transportasi. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas