Tribun

Melalui Rembug Kawruh, Kemenhub Harmonikan Keselamatan Pelayaran di Perairan Jawa Tengah

Diperlukan sinergi positif untuk menciptakan keselamatan dalam transportasi laut.

Editor: Content Writer
Melalui Rembug Kawruh, Kemenhub Harmonikan Keselamatan Pelayaran di Perairan Jawa Tengah
Kemenhub
Acara Rembug Kawruh sebagai sarana berdiskusi atau sharing informasi dan media mencari solusi terkait permasalahan keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Jawa Tengah bertempat di Kantor Distrik Navigasi Kelas II Semarang, pada Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Distrik Navigasi Kelas II Semarang menggelar “Acara Rembug Kawruh” sebagai sarana berdiskusi atau sharing informasi dan media mencari solusi terkait permasalahan keamanan dan keselamatan pelayaran di perairan Jawa Tengah bertempat di Kantor Distrik Navigasi Kelas II Semarang, pada Selasa (16/11/2021).

Rembug Kawruh yang mengangkat tema “Harmonikan Keselamatan Pelayaran di Wilayah Perairan Jawa Tengah” dibuka oleh Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan dan dihadiri oleh para Kepala UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Provinsi Jawa Tengah, perwakilan dari Gubernur Jawa Tengah, Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Pangkalan TNI Angkatan Laut Semarang, Polairud Kepolisian Daerah Jawa Tengah, dan PIP Semarang serta stakeholder terkait di bidang pelayaran di Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan bahwa saat ini Bangsa Indonesia sedang berusaha untuk bangkit di tengah pandemi COVID 19 yang melanda dunia. Pandemi COVID 19 membuat perekonomian terpuruk.

Namun demikian transportasi laut sebagai salah satu urat nadi perekonomian Indonesia yang menunjang arus logistik ke seluruh penjuru tanah air, tentunya harus mampu survive dan terus mendorong laju perekonomian agar tetap berjalan.

“Terkait dengan hal ini maka perlu adanya semangat yang kuat dari masing-masing pemangku kepentingan (stakeholder) di Jawa Tengah untuk dapat disatukan menjadi suatu harmoni, sehingga menciptakan keselamatan pelayaran di perairan Jawa Tengah," kata Hengki.

Menurutnya, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Semarang dan Distrik Navigasi Kelas II Semarang bersama-sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut lainnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran di Perairan Jawa Tengah. Namun dalam melaksanakan tugas tersebut diperlukan dukungan dari semua pihak di Provinsi Jawa Tengah.

“Karenanya, semua pihak harus bersinergi dan berkolaborasi untuk menyelaraskan program-program yang memihak kepada perwujudan keselamatan pelayaran demi kelancaran transportasi laut di wilayah Propinsi Jawa Tengah,” ujar Hengki.

Lebih jauh, Hengki menjelaskan bahwa keselamatan pelayaran didefinisikan sebagai suatu keadaan terpenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan dan pelabuhan. Untuk itu diperlukan sinergi positif untuk menciptakan keselamatan dalam transportasi laut.

“Dari banyaknya kasus kecelakaan transportasi laut tersebut terjadi karena beberapa faktor, di antaranya 'human error' dan alam, di mana kondisi cuaca yang terkadang berubah menjadi cuaca buruk” katanya.

Dari dua faktor tersebut, lanjut Hengki penyebab kecelakaan transportasi laut yang sering terjadi adalah faktor cuaca. Untuk itu, maka untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan transportasi laut yang disebabkan cuaca, saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sudah meningkatkan kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas