Tribun

Peduli Rakyat Kecil, Sumarjaya Linggih: Pembangunan Infrastruktur di Bali Belum Merata

Pembangunan infrastruktur di Bali terus dikebut oleh pemerintah, namun Anggota Komisi VI DPR RI Sumarjaya Linggih, merasa terlalu berfokus ke Selatan.

Penulis: Matheus Elmerio Manalu
Editor: Bardjan
zoom-in Peduli Rakyat Kecil, Sumarjaya Linggih: Pembangunan Infrastruktur di Bali Belum Merata
DPR RI
Gde Sumarjaya Linggih atau akrab disapa Demer, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar. 

TRIBUNNEWS.COM – Pembangunan infrastruktur di Bali memang terus dikebut oleh pemerintah, namun beberapa pihak merasa arah investasi terlalu berfokus pada wilayah Selatan. Seperti yang diungkapkan oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih.

Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer, mengatakan bahwa investasi atau pembangunan di Bali mengarah selalu ke wilayah selatan Bali.

“Segala yang namanya investasi swasta dan pemerintah, itu mengarah selalu ke selatan. Kemarin ada jalan tol mulai dilakukan peletakan batu pertama, itu arahnya juga ke selatan,” ucap Demer dikutip dari channel YouTube G24.

Jalan tol yang dimaksud oleh Demer adalah Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang panjangnya mencapai 95 kilometer untuk mengakomodir kendaraan dari Barat ke Timur dan sebaliknya, serta jadi jalur alternatif dari pelabuhan Gilimanuk menuju ibu kota Provinsi Bali, Denpasar.

Rencana awal proyek jalan tol ini memang menghubungkan Gilimanuk – Seririt – Pekutatan dan Badung, yang mana Seririt adalah kecamatan di Buleleng. Tapi trayek itu kini berubah haluan, yang mana jalan tol tidak melewati Seririt nantinya.

Jangan sampai masyarakat Bali di Selatan termajinalkan

Lebih lanjut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Bali ini juga menyinggung proyek lainnya antara lain adalah pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di kawasan Eks Galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung.

Pembangunan pusat kebudayaan di Klungkung, yang juga wilayah Bali Selatan ini bahkan mendapat pinjaman sebesar Rp2,5 Triliun dari badan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kemarin katanya mendapat pinjaman Rp2 triliun lebih untuk pembangunan pusat kebudayaan Bali, juga di Selatan. Dengan pembangunan yang mengarah ke selatan, saya mengkhawatirkan orang Bali yang ada di Selatan nantinya termajinalkan,” katanya lagi.

Demer juga kembali mengingatkan bahwa pembentukan Kementerian Investasi bertugas untuk mengawal pemerataan di setiap daerah.

“Pertumbuhan yang tinggi dengan pemerataan adalah tugas Kemeninvest agar timbul pelaku baru di daerah-daerah. Sehingga diminta untuk partisipasi dari teman-teman daerah untuk mengawal investasi yang ada,” pungkasnya lagi.

Gde Sumarjaya Linggih yang juga menjabat sebagai Plt. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, memang sosok yang cukup aktif mengawal pemerataan pembangunan khususnya di Bali.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas