Tribun Lifestyle

Menakar Gizi dan Manfaat Konsumsi Tempe bagi Kesehatan

Jika berdasarkan pada nilai cerna, protein tempe lebih tinggi dari kedelai sebagai bahan baku. 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Menakar Gizi dan Manfaat Konsumsi Tempe bagi Kesehatan
freepik.com
Ilustrasi tempe 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tempe sering disalahartikan sebagai makanan yang sedikit memberi manfaat. Padahal ada banyak manfaat yang terkandung di dalam tempe

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Ilmiah DPP PERSAGI, dr. Marudut Sitompul MPS.

"Bangsa tempe kerap disalahartikan dan dibandingkan bangsa lain. Padahal harus di balik. Bangsa tempe adalah bangsa yang baik. Karena banyak keunggulan tempe," ungkapnya pada webinar virtual, Rabu (30/3/2022).

Pertama aspek gizi dan aspek kesehatan. Jumlah protein pada tempe itu sekitar 20,8 gr per 100 gr tempe.

Jika dibandingkan dengan bahan dasarnya kedelai, protein ada sekitar 40,4 gr per 100 gr kedelai.

Pada umumnya, orang akan menganggap protein kedelai lebih bagus.

Baca juga: Para Ahli Gizi Dukung Tempe Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO dari Indonesia

Namun jika berdasarkan pada nilai cerna, protein tempe lebih tinggi dari kedelai sebagai bahan baku. 

"Lebih mudah dicerna. Sehingga mudah diserap dalam tubuh. Kedua, selain mudah dicerna, protein di dalam kedelai juga mengandung asam amino yang lengkap," kata dr Marudut menambahkan. 

Dari berbagai jenis kacang-kacang, tempe yang berbahan dasar kedelai lebih unggul dari sisi sumber protein

Selain itu banyak yang tidak dipahami jika tempe juga mengandung vitamin B12. Vitamin ini hanya terkandung di dalam protein hewani, dan tidak ada di nabati. 

"Tapi keanehan saat kedelai difermentasi dan menghasilkan tempe, ditemukan vitamin ini. Ini terjadi karena ada proses yang dibantu oleh mikrorganisme," papar dr Marudut lagi. 

Setidaknya di dalam tempe per 100 gram ditemukan sebanyak 1,2 mikrogram B12.

Pada orang dewasa, kebutuhan vitamin B12 adalah sekitar 4 mikrogram per hari.

Tidak hanya itu, ada kandungan pada tempe yang terhitung cukup penting yaitu sebagai sumber isoflavon.

Kandungan ini merupakan senyawa yang sangat penting dan mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. 

Seperti diketahui, antioksidan penting karena mampu melindungi dari radikal bebas. Selain itu juga berperan aktif mencegah penyakit regeneratif.

Saat ini juga sedang ada penelitian yang dilakukan jika tempe bisa mencegah kanker usus besar atau ujung kolon.

Ia pun menambahkan, mengonsumsi satu potong tempe dapat memenuhi kebutuhan isoflavon.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas