Tips Mengatur Pengeluaran Saat Harga Bahan Pangan Meningkat, Ini Caranya Agar Gizi Anak Optimal
Ketahanan pangan dapat dimulai dengan memastikan keluarga mengkonsumsi gizi seimbang, Bagaimana mengaturnya saat harga pangan meningkat?
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Uang tersebut sudah bisa mendapatkan lauk protein hewani, nabati, sayuran, dan bumbu-bumbu serta susu untuk keluarga yang terdiri dari 2 orang dewasa dan 2 anak-anak.
Estimasi dalam sebulan pengeluaran belanja makanan adalah Rp 816.000, atau sekitar 23-24 persen untuk rumah tangga dengan kisaran penghasilan Rp 4-5 juta.
Medical Science Director Danone Indonesia Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi MKK, menjelaskan, dalam akses terhadap makanan bergizi perlu diperhatikan bahwa makanan yang dikonsumsi bervariasi serta dalam jumlah yang cukup serta kualitas gizi yang baik.
Baca juga: Survei Status Gizi Indonesia Nyatakan 1 dari 4 Anak Indonesia Alami Stunting
Pemenuhan makanan yang bervariasi berhubungan dengan berkurangnya risiko defisiensi mikronutrien dan risiko kurangnya asupan nutrisi.
Kajian sistematis menunjukkan, kurangnya variasi makanan berhubungan dengan kejadian stunting pada anak.
Selanjutnya, salah satu cara untuk orangtua dapat memastikan kebutuhan zat gizi makro dan mikro pada anak cukup adalah dengan menerapkan pedoman prinsip ‘Isi Piringku’ yang mengandung gizi seimbang.
Pedoman Isi Piringku mengacu pada konsumsi pembagian piring makan menjadi 2/3 makanan pokok, 1/3 lauk pauk, 2/3 sayur dan 1/3 buah, dilanjutkan dengan minum air 8 gelas/hari, 30 menit aktivitas fisik dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.
" Pemenuhan konsumsi pangan yang seimbang dan konsumsi pangan berfortivikasi dapat dilakukan untuk memastikan kebutuhan zat gizi mikro tubuh dapat terpenuhi” kata Ray.