Tribun

Bursa Capres

Prabowo Tokoh Paling Mudah Dapatkan Tiket Capres, Siapa Lawannya, Bagaimana dengan Anies Baswedan?

Abdul Hakim menyatakan ada tiga nama tertinggi yang memiliki tingkat elektabilitas terbaik. Mereka adalah Prabowo, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Prabowo Tokoh Paling Mudah Dapatkan Tiket Capres, Siapa Lawannya, Bagaimana dengan Anies Baswedan?
Kolase Tribunnews.com (Tribunnews.com/Dani Permana dan Tribun Jabar/Richard Susilo)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prabowo disebut tinggal tunggu lawan di Pilpres 2024. Siapa lawannya? Bagaimana dengan Anies Baswedan? Berikut analisanya.

Jelang 12 bulan menghadapi tahapan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2024, Skala Survei Indonesia (SSI) merilis hasil sigi untuk melihat peta calon presiden dan pilihan parpol.

Satu di antara topik yang dibahas dalam paparan itu adalah tingkat elektabilitas calon presiden.

Dalam paparan hasil survei di Jakarta, kemarin (3/10/2022), Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim menyatakan ada tiga nama tertinggi yang memiliki tingkat elektabilitas terbaik. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies baswedan.

“Dalam pertanyaan tertutup dengan menyodorkan 10 nama calon presiden, seandainya pilpres dilakukan hari ini, tiga nama calon presiden yang paling banyak dipilih adalah Prabowo Subianto sebesar 30,3 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 22,3%, dan Anies Baswedan sebesar 20,8%. Sementara yang belum memutuskan atau tidak tahu/tidak jawab/rahasia sebanyak 6,2%.” Jelas Hakim.

Hakim dalam pemaparan hasil survei peta politik nasional menjelang 12 bulan pendaftaran capres dan cawapres, Senin (3/10/2022).
Direktur Eksekutif SSI Abdul Hakim menyatakan bahwa saat bahwa ada tiga nama tertinggi yang memiliki tingkat elektabilitas terbaik. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies baswedan.

Ketika ditanyakan terkait siapa yang paling punya kans menang, Abdul Hakim menjelaskan bahwa yang paling penting untuk dijawab terlebih dahulu adalah siapa tokoh yang paling berpeluang untuk menjadi calon presiden.

“Ada dua variabel yang bisa kita jadikan rujukan untuk menghitung peluang tokoh yang berpeluang diusung menjadi capres. Pertama dari sisi elektoral melalui kaca mata survei. Dan yang kedua melalui potensi mendapatkan bording pass pencapresan dari 9 parpol berkursi di DPR RI sebagai pemegang tiket,” tuturnya.

Baca juga: Golkar Respons NasDem Deklarasi Anies Baswedan Capres 2024

“Dari sisi elektoral melalui tolak ukur survei, hingga saat ini ada tiga tokoh Indonesia yang selalu masuk dalam tiga besar kandidat yang memiliki tingkat eleksi terbaik. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies baswedan. Tiga nama ini menjadi kelompok terdepan yang jauh meninggalkan kandidat-kandidat lain yang banyak beredar saat ini," lanjut Hakim lagi.

“Kemudian jika kita lihat dari sisi potensi mendapatkan boarding pass tiket pencapresan dari 9 parpol berkursi di DPR RI. Dari 3 nama yang memiliki tingkat eleksi tertinggi, yakni Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies baswedan baru nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan secara resmi oleh partai politik sebagai capres, yakni Prabowo Subianto dari Partai Gerindra dan Anies Baswedan dari Partai Nasdem."

Sementara, kata Hakim, dua lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil, hingga saat ini belum ada parpol yang secara resmi akan mencapreskan mereka.

Dengan merujuk dua variabel itu, Hakim kemudian menyimpulkan bahwa Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang paling memiliki peluang.

“Selain memiliki tingkat elektabilitas baik, mereka sudah diusung secara resmi oleh parpol yang berkursi di DPR RI sebagai pemegang tiket," Paparnya.

Akan tetapi, masih menurut Hakim, peluang Prabowo lebih besar untuk mendapatkan tiket capres karena Prabowo yang diusung Partai Gerindra, hanya butuh satu temen koalisi dari 8 parpol berkursi lainnya di DPR RI untuk bisa mendapatkan tiket capres, kecuali dengan PPP.

Dan saat ini, Gerindra sudah bergandengan dengan PKB yang komposisi kursinya sudah diatas 20%.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas