Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Muhadjir Disebut Ikut Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo, Begini Analisa Pengamat

Salah satu nama yang disebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Penulis: Malvyandie Haryadi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Muhadjir Disebut Ikut Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo, Begini Analisa Pengamat
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Muhadjir Effendy mengikut Salat Id di Lapangan Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyusul setelah dideklarasikannya Ganjar Pranowo sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan, sejumlah pihak mulai ramai merekomendasikan siapa sosok yang bakal mendampinginya di Pilpres 2024.

Salah satu nama yang disebut adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Sejauh ini, Muhadjir sendiri menganggap suara-suara tersebut hanyalah sebagai bunga demokrasi.

Namun bagi Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati penyebutan nama Menko PMK sebagai bukan cuma bunga namun buah demokrasi.

“Politik adalah seni cara mengungkapkan aspirasi, keinginan dan menyatukan aspirasi-aspirasi publik menjadi satu kesatuan. Dalam konteks demokrasi, aspirasi nama Muhadjir Effendy adalah buah dari kinerja yang selama ini ia buat,” ujar Neni di Jakarta, Rabu (3/5/2023).

Baca juga: Muncul Dua Nama Cawapres Baru, Ada Muhadjir Effendy dan Syahrul Yasin Limpo

Menurut Neni, ada tiga isu krusial yang diselesaikan Muhadjir Effendy sehingga memiliki dampak cukup besar untuk arah Indonesia ke depan terutama dalam memanfaatkan bonus demografi.

Meliputi isu prevalensi stunting, kemiskinan ekstrem, dan pendidikan vokasi.

BERITA REKOMENDASI

“Baik stunting, kemiskinan ekstrem, dan pendidikan vokasi merupakan kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan arahan Presiden pada Peluncuran Perpres Nomor 68 Tahun 2022 betul-betul dijalankan dengan optimal,” ujar Neni.

Terkait stunting, kata Neni, selama ME menjabat telah terjadi penurunan angka stunting di beberapa daerah dengan memberdayakan CSR termasuk juga dalam pemberantasan kemiskinan.

“Angka prevalensi stunting selalu mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ini tentu saja sangat penting untuk masa depan Indonesia, karena upaya membangun manusia unggul dimulai sejak 1000 hari pertama kelahiran,” kata Neni.

Lebih lanjut menurut Neni, saat ME menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akses pendidikan lebih merata.

Terlebih di dunia vokasi, Muhadjir mampu merebranding dunia vokasi yang sebelumnya distigma negatif.

“Program Revitalisasi SMK yang dicanangkan membuat banyak lulusan SMK lebih diterima di dunia industri. Banyak lulusan SMK yang menempati posisi penting di perusahaan-perusahaan startup,” ungkapnya.

Peran dan kinerja positif lain yang ditorehkan Muhadjir Effendy adalah dalam menjaga memastikan aman dan lancarnya proses mudik lebaran, terutama pasca Covid-19.

"Kita tahu, berdasarkan data Kemenhub, kecelakaan arus mudik di tahun ini menurun signifikan 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "

“Hal ini terjadi karena edukasi melalui media informasi sebagai bentuk memberikan kesadaran di masyarakat sangat efektif,” kata Neni.

Suara naik di kalangan pemilih kritis

Usai Ganjar Pranowo ditunjuk oleh PDIP menjadi bakal calon presiden, suara partai moncong putih ini naik di kalangan pemilih kritis.

Hal ini berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Selasa (2/5/2023).

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan dalam survei pada pemilih kritis dari tanggal 25 hingga 28 April 2023, PDIP mendapat dukungan paling tinggi, 19,9 persen.

Selanjutnya Gerindra 12,4 persen, Golkar 9,3 persen, Demokrat 6,5 persen, PKS 6.1 persen, PKB 5,5 persen, dan Nasdem 3,6 persen.

“Sementara partai-partai lain mendapat dukungan di bawah 3 persen. Masih ada 30,3 persen yang belum menentukan pilihan,” kata Deni dalam keterangannya, Selasa (2/5/2023).

Deni menjelaskan dukungan pada PDIP di kalangan pemilih kritis pascakeputusan calon presiden cenderung naik, dari 16,1 persen dalam survei 18-19 April 2023 menjadi 19,9 persen dalam survei 25-28 April 2023. Kenaikannya sekitar 3,8 persen.

Sementara dalam kurun waktu yang sama, dukungan kepada partai-partai lain tidak mengalami perubahan berarti.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas