Survei Pilpres 2024: Anies-Muhaimin Vs Ganjar-Mahfud Saling Salip, Prabowo-Gibran Cenderung Stagnan
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan 12 lembaga, elektabilitas Prabowo-Gibran cenderung stagnan, Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud saling salip.
Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan 12 lembaga yang dirilis pada Desember 2023 dan Januari 2024, elektabilitas 3 pasang Capres-Cawapres Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud menunjukkan belum ada yang mencapai angka 51 persen.
Artinya kemungkinan besar Pilpres 2024 akan berlangsung dua putaran.
Meskipun begitu, siapa yang akan masuk ke putaran kedua Pilpres 2024, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar harus bersaing ketat dengan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Sementara pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka elektabilitasnya cenderung stagnan, meskipun dalam hasil survei sejumlah lembaga menujukkan elektabilitasnya selalu unggul dari Anies-Muhaimin (AMIN) dan Ganjar-Mahfud.
Sementara pasangan Anies-Muhaimin sebelum berlangsungnya masa kampanye Pilpres 2024, elektabilitasnya selalu berada di posisi ketiga dari hasil survei sejumlah lembaga.
Namun, dalam dua bulan ini, pasangan yang diusung NasDem, PKS, dan PKB tersebut mulai merangkak naik, bahkan hasil survei sejumlah lembaga menunjukkan elektabilitasnya menyalip Ganjar-Mahfud.
Baca juga: TKN Prabowo-Gibran Budiman Sudjatmiko Nilai Pernyataan JK Tidak Relevan dalam Diplomasi Modern
Namun, ada juga hasil survei yang menempatkan pasangan Ganjar-Mahfud di posisi pertama elektabilitas melampaui Prabowo-Gibran.
Dari 12 lembaga survei yang merilis elektabilitas Capres-cawapres pada Desember 2023 dan Januari 2024 yang dihimpun Tribunnews.com, pasangan Ganjar-Mahfud unggul berdasarkan survei versi Indonesia Political Expert (IPE) dan Gagas Lintas Data (Galidata).
Menurut survei IPE, Ganjar-Mahfud mengantongi angka elektabilitas 33,7 persen, disusul Prabowo-Gibran 31,2 persen, dan Anies-Muhaimin 26,7 persen.
Kemudian menurut survei Galidata, menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud 36,2 persen, Prabowo-Gibran 33,3 persen, dan Anies-Muhaimin 26,1 persen.
Sementara Prabowo-Gibran dari 12 lembaga survei yang dicatat Tribunnews.com, unggul di 10 lembaga.
Baca juga: Timnas AMIN Ajak Pendukung Anies-Muhaimin Tak Ceritakan Kejelekan Capres-Cawapres Lain
Hal yang menarik dari 10 lembaga yang menempatkan Prabowo-Gibran di posisi pertama, elektabilitas Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud bersaing di posisi kedua dan ketiga.
Tercatat Anies-Muhaimin berada di posisi kedua versi 6 lembaga survei, sementara Ganjar-Mahfud menempati posisi kedua versi 4 lembaga survei.
Pergerakan elektabilitas Anies-Muhaimin yang menunjukan peningkatan di sejumlah lembaga survei tentunya perlu diwaspadai Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.
Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Firman Noor kenaikan elektabilitas Anies-Muhaimin sebagai bukti adanya diversifikasi pendukung.
“Strategi berpasangan dengan Muhaimin Iskandar membuktikan diversifikasi pendukung. Terlihat ada tambahan dukungan dari kelompok yang selama ini bukan pendukung tradisional Anies,” ujar Firman, Rabu (10/1/2024).
Firman melihat ceritanya kemungkinan bakal berbeda jika Anies tidak memilih Muhaimin.
Firman sepakat dengan tesis yang mengatakan Muhaimin akan banyak membawa manfaat secara politis bagi Anies.
Baca juga: Megawati Blak-blakan Ungkap 3 Alasan Buat Dirinya Pilih Ganjar-Mahfud jadi Capres-Cawapres
Faktor lain naiknya elektabilitas Anies disebabkan sentimen negatif baik terhadap Prabowo maupun pendukung Jokowi.
“Meskipun sama-sama pendukung Prabowo tapi kita lihat dukungan dua tokoh lawas yang sudah malang melintang di dunia politik tidak cukup bisa menghentikan popularitas Anies,” katanya.
Firman menjelaskan kubu Prabowo harus benar-benar memperhatikan tren kenaikan elektabilitas Anies.
Selain itu, Prabowo pun tidak bisa mendominasi elektabilitas menjelang pemungutan suara 14 Februari 2024.
Hal senada juga diungkapkan peneliti utama politik BRIN, Prof Siti Zuhro.
Dalam Pilpres 2024 ini sosok cawapres sangat mempengaruhi tingkat kemenangan.
Hal tersebut dikarenakan tidak ada sosok capres yang menonjol seperti Pilpres sebelumnya.
"Kali ini (Capres) tidak ada yang dominan atau istilahnya tidak ada yang populis," kata Siti Zuhro di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (10/1/2024).
Ia lantas mencontohkan dalam Pilpres sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY dipasangkan oleh siapapun pasti menang.
Begitu juga dengan Jokowi dengan siapapun juga menang termasuk dengan Jusuf Kalla.
Meski begitu Siti Zuhro menilai pada Pilpres 2014 pemilihan sosok pendamping untuk Jokowi sedikit alot.
Sampai akhirnya Ma'ruf Amin yang dipilih sebagai pendamping untuk Jokowi.
"Itu tanda bahwa sudah mulai turun kharisma dari Pak Jokowi, kalau tidak kan siapa saja bisa (Jadi cawapresnya)," ujar Siti Zuhro.
Peneliti utama politik BRIN itu menegaskan bahwa di Pilpres 2024 tidak ada sosok capres yang menonjol.
"Untuk saat ini karena rata-rata semua. Apalagi saat ini era digital, orang sudah mulai rasional. Masyarakat ingin menyaksikan sosok pemimpin yang hebat pintar dalam arti sebenarnya," katanya.
Jokowi Kemungkinan Beri Dukungan Terbuka
Sementara itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menyoroti stagnansi elektabilitas pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Gibran saat ini.
Ia mengurai beberap faktor yang menyebabkan elektabilitas Prabowo-Gibran stagnan, di antaranya tingkat kepuasaan kepada Presiden Jokowi yang relatif stagnan, mulai bekerjanya isu nepotisme dan politik dinasti, hilangnya pengaruh gimmick "gemoy", praktik kampanye yang monoton, hingga keberhasilan konsolidasi suara PDIP agar tak menyebrang ke Jokowi.
"Jadi kalau kita melihat secara menyeluruh ada stagnansi yang terlihat dari 02," kata dia.
"Di lembaga survei yang lain misalnya 01 bergeliat. Tapi di survei Galidata 03 yang bergeliat. Tapi di 02-nya kita lihat memang gejala umumnya agak stagnan," ujar dia.
Melihat hal tersebut, Ray meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan dukungan secara terbuka kepada Prabowo-Gibran.
Menurutnya, jika elektabilitas Prabowo-Gibran tersebut terus stagnan bahkan cenderung turun, kemungkinan Jokowi akan turun tangan untuk mengurai stagnansi tersebut.
"Kalau stagnansi elektabilitas Pak Prabowo ini sampai Januari stagnan, bahkan kecenderungan turun. Saya punya keyakinan Pak Jokowi akan terbuka mendukung 02," kata dia saat konferensi pers Survei Nasional Peta Elektoral Pemilu 2024 Gagas Lintas Data (Galidata.id) di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (11/1/2024).
"Sekarang tanggal 11 (Januari 2024), mungkin tanggal 20-an (Januari 2024) lah akan kita lihat. Kalau elektabilitas Pak Prabowo stagnan, apalagi kalau punya kecenderungan turun, saya meyakini Pak Jokowi akan mendukung secara terbuka 02," sambung dia.
Berdasarkan pengamatannya terhadap hasil dari sejumlah lembaga survey terkait elektabiljtas paslon capres-cawapres peserta Pemilu 2024, ia meyakini pemilu tidak akan berlangsung dalam satu putaran.
Pemilu satu putaran yang tengah ditargetkan kubu paslon nomor urut 2, kata dia, tengah macet.
"Ada kemacetan yang rasa-rasanya sulit diurai oleh Pak Prabowo maupun Gibran yang itu membutuhkan Pak Jokowi untuk mengurainya," kata dia.
"Oleh karena itulah kalau pertengahan Januari ini Pak Prabowo dan Gibran tidak bisa mengurai kemacetan ini, tidak bisa tidak, Pak Jokowi harus turun tangan ikut serta mengurainya," sambung dia.
Menurutnya, gejala Jokowi akan memberikan dukungan terbuka kepada Prabowo dan Gibran sudah mulai terlihat.
Salah satu di antaranya, kata dia, beredarnya foto makan malam antara Jokowi dan Prabowo.
"Dan gejala ke arah sana sudah mulai terlihat. Terakhir Pak Jokowi mengatakan janganlah debat itu jadi ajang-ajang menyerang personal. Itu kan ciri-ciri. Sebelum debat itu, Pak Jokowi makan malam dengan Pak Prabowo. Itu ciri-ciri yang masih samar-samar itu," kata dia.
Berikut elektabilitas Capres-Cawapres versi 12 lembaga survei yang dihimpun Tribunnews.com:
1. Indonesia Political Opinion (IPO)
Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres Pilpres 2024 pada Rabu (10/1/2024).
Survei yang dilakukan pada periode 1-7 Januari 2024 tersebut menunjukkan elektabilitas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mengalami peningkatan.
Anies-Muhaimin menyalip elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD atau Ganjar Mahfud di posisi kedua.
Berdasarkan hasil survei IPO, pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul pada posisi pertama dengan elektabilitas 42,3 persen.
Disusul pasangan Anies-Cak Imin diposisi kedua dengan elektabilitas 34,5 persen.
Selanjutnya diposisi ketiga ada Ganjar-Mahfud dengan mengantongi angka elektabilitas 21,5 persen.
Adapun Margin of error penelitian ini sebesar 2.5 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen.
Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sampel bertingkat.
Survei ini memiliki sampel berjumlah 1200 responden yang tersebar proporsional di seluruh provinsi di Indonesia.
2. Survei Puspoll Indonesia
Lembaga Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei nasional elektabilitas capres-cawapres terbarunya, Selasa (2/1/2024).
Hasil survei yang dilakukan pada 11-18 Desember 2023 tersebut menempatkan elektabilitas Prabowo-Gibran di posisi pertama dengan angka 41 persen, disusul pasangan Ganjar-Mahfud 27,6 persen, dan Anies-Muhaimin 26,1 persen.
Survei diketahui menggunakan metodologi multi stage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden yang diwawancarai secara tatap muka.
Margin of error (MoE) sebesar 2,83 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
3. Polling Institute
Polling Institute merilis hasil survei terbaru elektabilitas Capres-Cawapres pada Rabu (3/1/2024).
Hasil survei yang digelar periode 26–28 Desember 2023 atau setelah Debat Cawapres yang mempertemukan Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming, dan Mahfud MD menempatkan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran di posisi pertama dengan mengantongi angka 46,2 persen.
Disusul pasangan Anies-Muhaimin dengan elektabilitas 24,6 persen dan elektabilitas Ganjar-Mahfud sebesar 21,3 persen.
Survei dilakukan terhadap 1.246 responden yang dipilih melalui kombinasi metode random digit dialing (RDD) dan double sampling (DS).
Margin of error survei diperkirakan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Wawancara responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang sudah dilatih.
4. Indonesia Political Expert (IPE)
Lembaga riset dan survei Indonesia Political Expert (IPE) merilis hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres terbarunya, Selasa (2/1/2024).
Survei dilakukan dalam rentang waktu Agustus 2023-Januari 2024 di seluruh wilayah di Indonesia.
Hasilnya, elektabilitas Ganjar-Mahfud MD unggul 33,7 persen, disusul Prabowo-Gibran 31,2 persen, dan Anies-Muhaimin 26,7 persen.
Survei melibatkan 2.400 responden dengan teknik pengambilan sampel metode random purposive.
Jajak pendapat ini memiliki sampling eror sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
5. Lembaga Survei Nasional (LSN)
Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis survei elektabilitas Capres-Cawapres peserta Pilpres 2024, Kamis (4/1/2024).
Dalam survei yang digelar 28 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024, elektabilitas Prabowo-Gibran unggul dengan mengantongi angka 49,5 persen.
Disusul Anies-Muhaimin dengan angka elektabilitas 24,3 persen dan Ganjar-Mahfud yang mengantongi angka elektabilitas 20,5 persen.
Sementara responden yang tidak menjawab sebesar 5,7 persen.
Survei melibatkan 1.420 responden dari dari 38 provinsi.
Pengumpulan data survei dilakukan dengan metode telepon.
Adapun margin of error survei +/- 2,6 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
6. Politika Research and Consulting (PRC)
Politika Research and Consulting (PRC) merilis hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres, Jumat (5/1/2024).
Dalam survei yang dilakukan pada 20-27 Desember 2023 menunjukkan Prabowo-Gibran unggul dengan 42,4 persen.
Disusul Anies-Muhaimin di posisi kedua dengan angka elektabilitas 28,0 persen.
Selanjutnya Ganjar-Mahfud di urutan ketiga dengan elektabilitas 21,8 persen.
Dalam survei ini 5,0 persen responden memilih rahasia atau belum menentukan pilihan, dan 2,8 persen tidak tahu/tidak menjawab.
Survei ini dilakukan kepada 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi, dengan margin of error +/- 2,7 persen.
7. Ide Cipta Research and Consulting (ICRC)
Lembaga Ide Cipta Research and Consulting (ICRC) merilis hasil survei terkait elektabilitas capres dan cawapres pada Selasa (2/1/2024).
Berdasarkan survei yang dilakukan 20-26 Desember 2023, elektabilitas paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati posisi pertama dengan angka 39,4 persen.
Disusul pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di urutan kedua dengan capaian 29,1 persen.
Serta paslon nomor urut 3 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) berada di urutan terakhir dengan perolehan 25,6 persen.
Kemudian yang belum memutuskan sebesar 4,4 persen, rahasia 1,0 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 0,5 persen dengan total 5,9 persen.
Populasi survei ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah mempunyai hak pilih yakni warga yang minimal berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.
Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.230 orang, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,79 persen dan memiliki tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode penarikan sampel yang digunakan yaitu Stratified Random Sampling.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon oleh pewawancara terlatih.
8. Indikator Politik Indonesia
Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei elektabilitas 3 pasangan Capres-Cawapres pada Selasa (26/12/2023).
Hasil survei Indikitar politik menempatkan elektabilitas pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran di posisi pertama dengan angka 46,7 persen.
Di posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 3 Ganjar-Mahfud dengan angka 24,5 persen.
Serta di posisi ketiga ditempati pasangan nomor urut 1, Anies-Muhaimin dengan angka elektabilitas 21 persen.
Namun, masi ada 7,8 persen pemilih yang belum menentukan jawaban atau swing voters.
Survei diketahui digelar pada 23-24 Desember 2023 terhadap 1.217 responden.
Survei digelar dengan metode random digit dialing atau RDD (265 responden) dan double sampling atau DS (952 responden), dengan usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki ponsel.
Margin of error lebih kurang 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
9. Hasil Survei CSIS
Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei terbarunya, Rabu (27/12/2023).
Dari hasil survei yang dilakukan periode 13-18 Desember 2023 atau pasca-Debat Pilpres 2024 pertama menempatkan elektabilitas paslon Prabowo-Gibran tertinggi dengan angka 43,7 persen.
Di posisi kedua ditempati pasangan Anies-Muhaimin Iskandar dengan elektabilitas 26,1 persen, disusul Ganjar-Mahfud 19,4 persen.
Kemudian pemilih yang belum menentukan pilihannya 6,4 persen. Serta pemilih yang tidak bersedia menjawab atau tidak tahu 4,5 persen.
Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka libatkan 1.300 responden di seluruh Indonesia.
Sedangkan penarikan simple menggunakan metode Multistage Random Sampling. Sample yang diambil mempertimbangkan proporsi antara jumlah pemilih dan jumlah sample setiap provinsi.
Sementara itu untuk margin of error survei ini mencapai 2,7 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
10. Survei LSI di Jawa Timur
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres 2024 terbarunya khusu di wilayah Jawa Timur (Jatim), Jumat (5/1/2024).
Hasil survei yang digelar pada 16-28 Desember 2023 tersebut menempatkan elektabilitas Prabowo-Gibran di posisi pertama dengan angka 46,7 persen.
Kemudian disusul Ganjar-Mahfud dengan angka elektabilitas 26,6 persen, dan Anies-Muhaimin berada pada angka 16,2 persen.
Survei sengaja dilakukan di Jawa Timur mengingat provinsi ini memiliki populasi terbesar kedua setelah Jawa Barat dengan jumlah pemilih lebih dari 31,4 juta jiwa.
Survei melibatkan 8.800 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan perincian 800 orang di setiap daerah pemilihan (dapil) DPR RI di Jawa Timur.
Dengan metode wawancara tatap muka, survei memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sebesar +-1,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
11. LSI Denny JA
Lembaga survei LSI Denny JA merilis hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres pada Jumat (29/12/2023)
Berdasarkan survei yang digelar 17-23 Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran menenmpati urutan pertama dengan angka 43,3 persen, disusul Anies-Muhaimin 25,3 persen, dan Ganjar-Mahfud MD 22,9 persen.
Survei dilakukan terhadap 1.200 responden, menggunakan metode multi stage random sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan metode tatap muka kuisioner.
Margin of error dari survei ini sekitar 2,9 persen.
12. Gagas Lintas Data (Galidata)
Gagas Lintas Data (Galidata) merilis hasil survei elektabilitas Capres-cawapres, Kamis (11/1/2024).
Menurut Survei yang digelar dalam rentang 24 Desember 2023 sampai 6 Januari 2024 di seluruh wilayah Indonesia tersebut menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud menempati posisi pertama.
Dalam survei elektabilitas capres-cawapres top of mind, pertanyaan yang diajukan adalah Apabila saat ini dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden, siapa yang bapak/ibu pilih (menunjukkan gambar calon)?
Hasil survei menunjukkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 27,1 persen, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 33,2 persen, Ganjar Pranowo-Mahfud MD 35,3 persen, dan tidak tahu atau tidak jawab 4,4 persen.
Dalam survei elektabilitas capres-cawapres simulasi surat suara, pertanyaan yang diajukan adalah Apabila saat ini dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden, siapa yang bapak/ibu pilih (Simulasi responden mencoblos Surat Suara).
Survei menunjukkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 26,1 persen, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 33,3 persen, Ganjar Pranowo-Mahfud MD 36,2 persen, dan tidak tahu atau tidak jawab 4,4 persen.
"Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan presiden akan berlangsung dua putaran. Tidak ada pasangan calon yang lebih 51 persen suara," kata Direktur Eksekutif Galidata.id Bey Arif Budiman saat konferensi pers Survei Nasional Peta Elektoral Pemilu 2024 Gagas Lintas Data (Galidata.id) di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2024).
Survei yang dilakukan pihaknya dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.
Penetapan proporsi sampel di masing-masing kabupaten/kota menggunakan proporsi populasi nasional (Purposive Sampling).
Sampel sruvei sebanyak 1.200 responden, sampling error 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%.
Survei juga melakukan over sampel sebesar masing-masing 800 responden di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Margin of Error (MoE) di masing-masing provinsi tersebut 3,2%.
Kriteria ampel merupakan warga Negara Indonesia mempunyai hak pilih, berusia 17 tahun atau sudah menikah, dan terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Sebesar 20% dari Responden diuji validasi (kontrol) dengan metode withness dan Spot Check. (Tribunnews.com/ gita/ rahmat)