Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

200 Pasien RS Jiwa Grogol Dipindahkan ke Bogor

Hujan deras yang turun sejak Kamis kemarin menyebabkan sejumlah kawasan di Jakarta tergenang air, tak terkecuali Jalan Latumenten,

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in 200 Pasien RS Jiwa Grogol Dipindahkan ke Bogor
Tribunnews/Yogi Gustaman
Ojek gerobak membawa pejalan kaki menerobos banjir setinggi 70 sentimeter di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, Jumat 18 Januari 2013 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras yang turun sejak Kamis kemarin menyebabkan sejumlah kawasan di Jakarta tergenang air, tak terkecuali Jalan Latumenten, Jakarta Barat. Sampai Jumat (18/1/2013), luapan air masih menggenangi jalan dari lampu merah Mal Citraland menuju pintu rel kereta api dari Stasiun Kota menuju Tangerang.

Hampir semua bangunan sepanjang jalan terkena banjir yang tingginya sekira 70 sentimeter. Bahkan, Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan juga ikut terkena banjir. Di bagian dalam rumah sakit seluas sepuluh hektar itu tinggi air mencapai pinggang orang dewasa sehingga memaksa pihak direksi memindahkan pasien.

Mafudin, petugas keamanan rumah sakit kepada Tribun mengaku, seluruh pasien sudah diangkut semuanya ke Rumah Sakit Jiwa Dr. Marzoeki Mahdi di Cilendek, Bogor, Jawa Barat, sore tadi pukul 15.00 WIB. Sekitar tiga bus dan tiga ambulan dikerahkan untuk mengangkut sekitar 200 pasien rumah sakit terdiri dari laki-laki dan perempuan.

"Tiga ambulan ikut ke Bogor karena harus mengangkut pasien yang terkena sakit lain. Selain sakit jiwa, ada pasien yang menderita sakit. Total pasien yang dievakuasi lebih dari 200 orang. Semua jajaran direksi, manajemen dan perawat ikut ke Bogor," ujar Mafudin saat ditemui Tribun di posko keamanan rumah sakit.

Ada yang Menangis

Proses evakuasi lebih 200 pasien jiwa ini berlangsung kurang lebih dua jam. Pihak rumah sakit bersyukur, selama evakuasi berjalan lancar dan aman. Sehingga semua pasien bisa dievakuasi dengan baik. Meski untuk melakukan evakuasi harus mengerahkan perahu karet dan kereta dorong yang biasa dipakai pasien.

"Alhamdulillah, selama evakuasi ini dan setelah kita kasih arahan tidak ada apa-apa. Tapi ada juga yang menangis, kemungkinan karena takut. Mereka bisa dituntun karena masih memiliki tingkat kesadaran. Untuk kembali ke sini, kita belum tahu. Dipastikan lama karena air masih belum surut," cerita Mafudin.

BERITA TERKAIT

Mafudin yang ikut melakukan evakuasi mengaku para pasien jiwa ini tidak ada yang aneh-aneh. Sekuriti dilibatkan dalam evakuasi, karena harus membantu dokter dan pasien. Apalagi, kondisi di dalam rumah sakit, banjir cukup dalam sekitar satu meter.

Pasien-pasien ini, Mafudin menjelaskan, termasuk pasien titipan dari Dinas Sosial. Evakuasi sendiri langsung dipimpin Direktur Medik dan Keperawatan dokter Reza. Sampai saat ini, seluruh keluarga sudah diberitahu kalau sanak atau saudara mereka yang dirawat sementara waktu dipindah ke Bogor.

"Keluarga sudah ditelepon semua. Untuk evakuasi ini memang kita mementingkan pasien bukan keluarga. Listrik rumah sakit sendiri sudah dipadamkan. Kemarin lampu masih menyala. Karena demi keselamatan pasien, listrik dimatikan," tukasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas