Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jokowi Sindir Pedagang Kota Tua yang Mengaku Tidak Didata

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyikapi aksi demonstrasi para pedagang yang protes dengan sindiran

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyikapi aksi demonstrasi para pedagang yang protes dengan sindiran bahwa para pedagangnya yang kreatif, sehingga dapat bermultiplikasi.

"Mereka memang kreatif. Masa orang kreatif dilarang-larang? Tapi jangan nuntut-nuntut fasilitas," ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Sebab, Joko Widodo mengatakan data yang dimiliki Pemprov DKI terkait banyaknya pedagang yang berjualan di kawasan Kota Tua jumlahnya ada 260 pedagang.

"Dulu ngitung ada 260. Pendataan awal itu. Berarti kreatif kan pedagangnya," ucap pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini.

Namun, Jokowi mengatakan mereka para pedagang yang mengaku tidak didata ini masih memiliki kesempatan berdagang di kawasan Kota Tua, asalkan ada kelebihan tempat.

"Kami kan kalau ada sisa silakan. Seperti yang di blok G (Tanah Abang). Ada sisa, silakan masuk," ucap Jokowi.

Sebelumnya, Hari ini, Rabu (11/9/2013), ratusan pedagang di museum Fatahillah, Jakarta Barat, menggeruduk kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo Di Balai Kota, Jakarta dalam rangka mengajukan protes lantaran mereka tidak didata untuk berdagang di kawasan museum yang rencananya akan direvitalisasi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami ini jumlahnya mencapai 700 pedagang, lalu dipangkas jadi 200 dan hanya 60 diantaranya pedagang lama," ujar seorang orator.

Para pedagang menduga Pemprov DKI sengaja ingin menyingkirkan mereka yang sudah berjualan hampir puluhan tahun ini dengan cara mensortir 200 Pedagang yang dapat berjualan di kawasan Kota Tua nantinya.

"Kami mau langsung ketemu dengan pak Jokowi. Kami bosan ketemu anak buah terus. Kami ingin langsung menghadap Gubernur," tutur mereka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas