Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Protes Daging Mahal, Pedagang Gelar Aksi Lempar Tulang

Menurut Ishak, harga daging sapi di Pasar Citeureup mencapai Rp 130 ribu per kilogram.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Protes Daging Mahal, Pedagang Gelar Aksi Lempar Tulang
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Tulisan kekesalan pedagang daging sapi terpasang di los daging di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015). Semua pedagang daging sapi menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah segera menstabilkan harga daging sapi yang selama ini semakin tinggi. Mereka menduga adanya dalang mafia daging di balik tingginya harga. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Sejumlah pedagang daging di Pasar Citeureup , Kabupaten Bogor melakukan aksi lempar tulang sebagai bentut protes mahalnya harga daging sapi, Senin (10/8).

Selain aksi melempar tulang, para pedagang juga memasang poster yang berisi kecaman dan kekecewaannya terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

Poster-poster tersebut dipampang di kios dan los milik pedagang daging di pasar tersebut.

"Harga daging sampai saat ini masih mahal. Bahkan, harganya melebihi saat Lebaran," ujar Ishak Suhendar, koordinator aksi yang juga pedagang daging di Pasar Citeureup.

Menurut Ishak, harga daging sapi di Pasar Citeureup mencapai Rp 130 ribu per kilogram.

"Harganya enggak wajar, mau jual berapa kita," katanya.

Ishak menduga, melonjaknya harga daging sapi dikarenakan adanya permainan yang dilakukan oleh mafia daging.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kenaikan harga daging seperti sekarang ini yang diuntungkan orang-orang tertentu saja," ujarnya.

Karena itu, Ishak mereka meminta Presiden Joko Widodo dan wakil rakyat tak tinggal diam, dan segera menstabilkan harga daging serta memulihkan perekonomian yang semakin terpuruk.

Penulis: Soewidia Henaldi

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas