Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Oknum Polisi dan Siswa SMA Nekat Bobol ATM

Anggota Kepolisian Sektor Pebayuran terlibat baku tembak dengan kawanan perampok saat membobol mesin anjungan tunai mandiri

Oknum Polisi dan Siswa SMA Nekat Bobol ATM
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Anggota Polsek Pebayuran baku tembak dengan kawanan perampok yang membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BRI di Kertasari, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (17/8) dini hari. 

Kanit Reskrim Polsek Pebayuran, Inspektur Dua Suhadi menambahkan petugas lalu melakukan penyergapan dan menggeledah mobil yang ditumpangi tersangka. Nahas, pelaku MKL tewas di lokasi sedangkan VS mengalami luka robek di bagian kepala dan paha kanan akibat benturan.

"Pelaku tewas karena mengalami luka yang parah di bagian kepala. Oleh petugas, jenazahnya dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur," kata Suhadi.

Suhadi mengatakan, penyidik menyita barang bukti yang dipakai pelaku berupa senjata airshotgun, satu les alat las, pisau dapur, golok dan mobil Daihatsu Ayla B 1935 PAC. Hingga kini, kata dia, pelaku VS masih mendapat perawatan tim medis yang dikawal oleh pihak kepolisian. "Pelaku yang ditangkap belum bisa diinterogasi karena masih penanganan petugas medis," jelas Suhadi.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), kata Suhadi, para pelaku berusaha menghilangkan jejak. Sebab kamera pengawas (CCTV) yang ada di ruang ATM telah disemprot pilok warna hitam.

"Pas masuk ke ruang ATM, pelaku MKL langsung menyemprot kamera CCTV pakai pilok supaya aksinya tidak terlihat," kata Suhadi. Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman penjara di atas lima tahun.

Membenarkan

VS (22), salah seorang pelaku yang ditangkap merupakan anggota polisi berpangkat Brigadir Dua di Satuan Shabara Polda Metro Jaya. "Ya betul, VS merupakan anggota kepolisian dan bertugas di Polda Metro Jaya," ujar salah seorang kerabat VS, Darman Hutagalung (59) saat ditemui Warta Kota di rumahnya pada Rabu (17/8) petang.

Darman mengungkapkan, selama ini VS tinggal bersama ibu dan kedua kakaknya di Jalan Kecapi VIII RT 10/15, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sedangkan ayah VS, sudah meninggal dunia sejak tiga tahun lalu akibat penyakit diabetes.

Akibat kejadian ini, kata Darman, keluarga merasa terpukul. Sebab selama ini VS dikenal sebagai anak yang baik. Warga perumahan pun heran dengan keterlibatan VS dalam aksi perampokan tersebut. "Saya juga masih bingung, kok dia mau melakukan hal itu (merampok). Padahal anaknya baik dan mukanya polos," kata Darman.

Darman menjelaskan, VS telah menjadi polisi sejak tiga tahun yang lalu. Selepas lulus SMA pada 2011 lalu, VS sempat menganggur karena tak lolos dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Setahun kemudian, kata dia, VS mencoba ikut seleksi calon penerimaan anggota Polri. "Tes tahun berikutnya dia lulus dan hingga sekarang statusnya sebagai polisi," jelas Darman.

Halaman
123
Editor: Sanusi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas