Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Membludaknya Daftar Pemilih Tambahan Jadi Masalah di TPS 89 Cengkareng Timur

"Jadi jelang pukul 13.00 WIB, banyak berduyun-duyun warga yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTB) datang ke TPS 89,"

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Membludaknya Daftar Pemilih Tambahan Jadi Masalah di TPS 89 Cengkareng Timur
Repro/Kompas TV
Nasrullah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sempat terjadi kericuhan dalam pemungutan suara Pilkada Jakarta 2017 yang terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) 89, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Rabu (15/2/2017).

Komisioner Bawaslu RI Nasrullah dan Komisioner Bawaslu Jakarta Muhammad Jufri beserta rombongan meninjau lokasi kericuhan tersebut, Kamis (16/2/2017).

Di sana mereka bertemu langsung dengan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 89 bernama Warsim (35) dan Penitia Pemungutan Suara (PPS) bernama Aswita (40).

Baca: Anies: Hasil Pilkada Putaran Pertama Tunjukan Mayoritas Warga Jakarta Inginkan Gubernur Baru

Nasrullah menerima laporan bahwa ada sekitar 2000 lebih penduduk yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Warsim membantah tudingan warga yang menyebut panitia menghalangi mereka untuk menggunakan hak suara.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi jelang pukul 13.00 WIB, banyak berduyun-duyun warga yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTB) datang ke TPS 89," jelas Warsim.

Lanut dia, saking banyaknya DPTB yang hadir membuat formulir pendaftaran tambahan tidak mampu memfasilitasi mereka.

Baca: Roy Suryo: Kami Sekarang Diibaratkan Sebagai Gadis Cantik yang Menunggu Dipinang

Warsim kemudian menjelaskan pihaknya meminta tambahan formulir pendaftaran kepada Aswita selaku PPS.

"Sayangnya waktu itu Pak Aswita berkeliling TPS 88-72 sehingga sempat terjadi keterlambatan pelayanan," katanya.

Untuk memfasilitasi pemilih DPTB yang hadir pihaknya memperpanjang waktu pendaftaran sampai pukul 13.30 dan pencoblosan sampai pukul 15.00 WIB.

"Pendaftaran tetap kami tutup 13.00, tapi untuk melayani pemilih yang terlanjur di dalam sampai pukul 15.00," jelas Warsim lebih lanjut.

Mendengar penjelasan tersebut Nasrullah mencari warga sekitar yang menjadi DPTB.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas