Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemicu Kecelakaan Maut di Bogor karena Truk Kelebihan Muatan

Kabid Keselamatan Dishub Kabupaten Bogor, Muslim Akbar, menyimpulkan bahwa truk pembawa pasir laut itu tak laik jalan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Pemicu Kecelakaan Maut di Bogor karena Truk Kelebihan Muatan
Warta Kota
Warga melihat-lihat langsung kendaraan yang hancur yang bertabrakan di jembatan Cimandeng. 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, langsung terjun ke TKP untuk cek truk penyebab tabrakan maut tadi pagi di Jembatan Cimande, Caringin, Bogor, sekitar pukul 15.30 WIB.

Mereka langsung datang setelah selang beberapa jam sejak tabrakan maut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tadi pagi, Senin (10/7/2017).

Petugas yang berseragam lengkap biru putih ini memeriksa kelayakan dari truk tersebut dari berbagai sudut.

Mulai dari rem, rem tangan, KIR, nomor rangka, perseneling dan yang lainnya.

Kabid Keselamatan Dishub Kabupaten Bogor, Muslim Akbar, menyimpulkan bahwa truk pembawa pasir laut itu tak laik jalan.

"Rem tangan gak ada, KIR habis, ini kurang perawatan ini, harusnya pemilik lakukan pemeliharaan dengan baik," ujar Muslim kepada TribunnewsBogor.com, Senin (10/7/2017).

Sementara untuk rem utama, Muslim menjelaskan bahwa truk tersebut mempunyai fungsi rem utama yang baik bahkan di sana masih ada angin yang tersisa.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun Muslim mengaku, bahwa ada hal paling utama yang ia temukan terkait truk penyebab kecelakaan maut tersebut.

"Di sini yang paling utama ditemukan adalah adanya kelebihan muatan. Saya belum hitung jelas tapi ini kelebihan muatan. Karena ini membawa pasir laut, nanti saya buktikan dengan perhitungan," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa truk penyebab tabrakan maut Jembatan Cimande tersebut nantinya bakal dibawa ke Polres Kabupaten Bogor.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas