Diduga Depresi Diceraikan Istri, Ibon Pilih Gantung Diri
Kunto mengatakan, berdasarkan identifikasi jenazah korban, polisi tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh Ibon.
Editor: Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - IB alias Ibon (24) ditemukan tewas gantung diri di sebuah batang pohon di Kebun Jati, Kampung Ujung Harapan, RT 01/03, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (16/10/2017) pagi.
Oleh petugas, jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, Cibitung. Kepala Sub Bagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Komisaris Kunto Bagus menduga, Ibon nekat mengakhiri nyawanya karena depresi.
Sejak sebulan terakhir, pria yang belum bekerja ini bercerai dengan sang istri.
“Hal itu terungkap berdasarkan keterangan saudara korban ketika dimintai keterangan petugas,” kata Kunto.
Kunto mengatakan, berdasarkan identifikasi jenazah korban, polisi tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh Ibon.
Apalagi, di kelamin korban ditemukan bercak mani, sehingga polisi menyimpulkan Ibon meninggal dunia akibat gantung diri.
“Lidah korban keluar dan terdapat luka jerat tali pramuka yang dipakai untuk gantung diri,” ungkapnya.
Baca: BBM Satu Harga Mulai Dijual di Perbatasan Kalimantan-Malaysia
Menurut Kunto, keluarga Ibon telah mengikhlaskan kejadian ini dan berencana memakamkan jenazahnya. Keluarganya juga telah membuat surat pernyataan tentang penolakan autopsi terhadap jenazah Ibon.
“Saat mengevakuasi korban, petugas menemukan satu unit ponsel merek Nokia, satu buah gelang karet warna hitam, dan seutas tali pramuka sepanjang 50 sentimeter,” jelasnya.
Dia menambahkan, kasus ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar. Saat itu, seorang warga terkejut mendapati tubuh Ibon telah menggantung di sebuah batang pohon besar.
Teriakan saksi, mengundang perhatian warga yang kemudian meneruskan laporan ini ke petugas Polsek Babelan.
“Jenazah korban diturunkan dengan cara memotong tali Pramuka di bagian tengah. Oleh petugas, jenazah langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi,” paparnya.