Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekda DKI Klarifikasi Soal Pengadaan Lift di Rumah Dinas Gubernur Anies

Sekertaris Daerah Saefullah mengklarifikasi perihal kabar tentang pengadaan lift di rumah dinas Gubernur Anies Baswedan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sekda DKI Klarifikasi Soal Pengadaan Lift di Rumah Dinas Gubernur Anies
Tribunnews.com/Bayu
Sekda DKI Saefullah 

Laporam Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengklarifikasi perihal kabar tentang pengadaan lift di rumah dinas Gubernur Anies Baswedan.

Diakuinya hal tersebur merupakan kesalahan dalam input dari pihak Dinas Cipta Karya.

Dirinya mendapat perintah dari Gubernur Anies Baswedan untuk menghapus lift dari daftar keperluan renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta.

Baca: Terungkap! Fakta Baru Pembunuhan Wanita Bercadar di Kediri

"Ini hanya kesalahan input dan, rupanya ini atas inisiatif dari Dinas Cipta Karya" ucap Sekertaris Daerah Saefullah di gedung Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/1/2018).

"Karena pak gubernur merasa ini tidak perlu, beliau tadi memerintahkan pada saya 'pak Sekda tolong ini (lift) dimatikan' begitu," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya muncul daftar pengadaan lift di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Lift tersebut dianggarkan sebesar 750,2 Juta.

Ini menjadi pertanyaan besar apakah pengadaan tersebut menggunakan APBD DKI Jakarta. Sementara pada awal penganggaran APBD, anggaran untuk lift tersebut tidak ada.

Sekertaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengucapkan pengadaan lift yang tidak perlu ini bisa langsung dihapuskan dari daftar renovasi rumah dinas Gubernur Anies Baswedan.

Dirinya juga mengakui bahwa dalam pembahasan keperluan renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta dibahas dengan kurang mendetail.

"Bisa saja ya ini (pengadaan lift) tidak dikerjakan itu tidak dituangkan dalam kontrak, jangankan satu item, semua item juga bisa (tidak dikerjakan)," ungkap Saefullah.

"Ini merupakan kritik kepada kami semuanya bahwa lain kali kalau membahas itu detil pada tingkat komisi fraksi dan di Banggar," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas