Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ayah Pelajar Korban Pembacokan di Bekasi: Izinnya Mau Ke Acara Buka Bersama

Sugianto menceritakan, usai dapat kabar dari RS Anna Medika Bekasi, ia bersama istrinya langsung bergegas menemui anaknya

Ayah Pelajar Korban Pembacokan di Bekasi: Izinnya Mau Ke Acara Buka Bersama
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ayah Korban Pembacokan di Bekasi 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Aric Saifuloh (17) pelajar kelas dua SMK Darul Taqwa tewas dibacok sekelompok orang tak dikenal di dekat Universitas Bhayangkara, Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara.

Korban tewas mendapatkan hantaman senjata tajam usai pulang buka bersama (bukber) dengan teman-temannya.

"Iya terakhir dia keluar sore izin mau buka bersama di daerah dekat terminal Bekasi sama teman-temannya. Saya tiba-tiba kaget dapat kabar dari rumah sakit pas mau sahur kalau anak saya kena bacok,"ujar Sugianto (43), ayah Aric saat ditemui Warta Kota, Kamis (24/5/2018).

Sugianto menceritakan, usai dapat kabar dari RS Anna Medika Bekasi, ia bersama istrinya langsung bergegas menemui anaknya

Sekitar pukul 07.00 WIB Aric sempat masuk ICU, kemudian pukul 08.00 tindakan operasi namun Aric tidak bisa bertahan, ia tewas dengan luka sabetan senjata tajam di sekujur tubuhnya.

"Luka anak saya di leher, ulu hati sama punggung belakang. Dari rumah sakit sempat bilang, anak saya pas sampai dirumah sakit masih sadar, sempat kasih nomor telpon saya . Tapi setelah berusaha dilakukan upaya medis, anak saya meninggal," ucapnya.

Sugianto melanjutkan, saat malam kejadian, setelah bukber itu, Aric dan Indra berencana menginap di rumah kakeknya yang berada di Jalan Guntur, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

Namun ketika sampai di rumah kakeknya, kakek beserta orang rumah tengah tidur tidak mengira bahwa Aric datang untuk menginap malam itu.

"Ya biasa kalau anak-anak bukber pada asik ngobrol engga tau nya waktu sudah malam. Anak saya sama temannya memutuskan nginap dirumah kakeknya, engga tahu nya sudah pada tidur, akhirnya anak saya memutuskan pulang ke rumah tinggal kami di Babelan,"ujarnya.

Ia menjelaskan tidak ada firasat apapun sebelum kepergiannya anaknya. Aric juga dikenal sebagai anak yang baik dan mudah bergaul.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas