Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pria di Tangerang Tipu Seorang Warga Ratusan Juta dengan Mengaku-ngaku Sebagai Anggota Densus 88

Seorang pria berinisial DS (41) diamankan aparat Polsek Panongan, Polresta Tangerang, Senin (15/10/2018).

Pria di Tangerang Tipu Seorang Warga Ratusan Juta dengan Mengaku-ngaku Sebagai Anggota Densus 88
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pria berusia 41 tahun ini ditangkap karena diduga melakukan penipuan kepada seorang warga yang berkeinginan menjadi anggota polisi. Dari aksi penipuannya, DS berhasil menipu korban berinisial TP (55) hingga meraup Rp 250 juta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang pria berinisial DS (41) diamankan aparat Polsek Panongan, Polresta Tangerang, Senin (15/10/2018).

Warga Kampung Pintu Kapuk, Desa Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang tersebut ditangkap karena diduga melakukan penipuan kepada seorang warga yang berkeinginan menjadi anggota polisi.

Tak tanggung-tanggung, dari aksi penipuannya, DS berhasil menipu korbannya berinisial TP (55) hingga meraup Rp 250 juta.

Baca: Suami Lebih Suka Lihat Dewi Perssik Dasteran dan Tanpa Riasan Wajah

"Dalam aksinya, DS mengaku sebagai anggota polisi berpangkat AKBP dan bertugas di Densus 88 Mabes Polri," kata Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif, Jumat (19/10/18).

Bukan hanya itu, ujar Kapolres, tersangka juga mengaku sebagai tangan kanan pimpinan Polri.

Untuk meyakinan korban, lanjut Kapolres, tersangka memamerkan tiga pucuk senjata air softgun.

Baca: Polisi Susun Berkas Pemeriksaan Ratna Sarumpaet

Sabilul menjelaskan, peristiwa penipuan terjadi pada bulan September 2016.

Saat itu, korban dan tersangka bertemu di sebuah pengajian di Kampung Cibatengkok, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

"Saat itu tersangka mengiming-imingi korban bahwa dia (DS) bisa mengurus siapa pun menjadi anggota polisi melalui jalur khusus," ucapnya.

Baca: Prabowo Sebut Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan, Pengamat Politik Bandingkan dengan Era Gus Dur

Korban yang tertarik, kemudian melanjutkan komunikasi dengan pelaku dan menyerahkan uang sebesar Rp. 250 juta.

Hampir setahun setelah menyerahkan uang, namun sampai bulan November 2017, korban tidak kunjung jadi anggota polisi.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas