Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Demo Tolak RUU KUHP dan UU KPK

Catatan KPAD Kota Bekasi: 400 Pelajar Diamankan Selama Gelombang Unjuk Rasa

"Mereka kedapatan bergerak menggunakan mobil bak terbuka atau menggunakan kereta, beberapa dari mereka juga sengaja bolos sekolah," jelas dia

Catatan KPAD Kota Bekasi: 400 Pelajar Diamankan Selama Gelombang Unjuk Rasa
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Polres Metro Bekasi Kota saat mengamankan ratusan pelajar yang hendak mengikuti unjuk rasa ke Jakarta. Senin (30/9/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASIKomisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mencatat sebanyak 400 siswa yang diamankan Polres Metro Bekasi Kota selama gelombang pergerakan pelajar unjuk rasa ke Jakarta.

"Ada sekitar 400 pelajar, mereka berasal dari berbagai daerah seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Karawang, hingga beberapa diketahui berasal dari Jawa Tengah," kata ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan, Rabu (2/10/2019).

Polres Metro Bekasi Kota saat mengamankan ratusan pelajar yang hendak mengikuti unjuk rasa ke Jakarta. Senin (30/9/2019).
Polres Metro Bekasi Kota saat mengamankan ratusan pelajar yang hendak mengikuti unjuk rasa ke Jakarta. Senin (30/9/2019). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Mereka dihadang personel kepolisian di sejumlah titik seperti di jalan raya menuju perbatasan dan Stasiun Bekasi.

"Mereka kedapatan bergerak menggunakan mobil bak terbuka atau menggunakan kereta, beberapa dari mereka juga sengaja bolos sekolah," jelas dia.

Pergerakan pelajar yang ingin ikut menggelar aksi unjuk rasa rata-rata didominasi ajakan yang tersebar melalui media sosial.

Mayoritas dari pelajar yang terjaring banyak yang hanya sekedar ikutan-ikutan untuk datang ke Jakarta tanpa tahu apa yang ingin diaspirasikan.

"Media sosial punya peran yang luar biasa, dari sekedar identitas, jatidiri, bahkan role model negatif yang menjadi kebanggaan demo ala anak STM," ujarnya.

Pihaknya bersama Polres Metro Bekasi Kota dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi telah melakukan kordinasi untuk melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah.

Kepala Bagian Operasional Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Hersiantony menegaskan pihaknya melakukan pembinana dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah yang siswanya kedapatan terjaring razia hendak menuju Jakarta.

"Sudah dari kemarin pagi upacara kita pejabat sama perwira di seprinkan (surat perintah) menggelar apel di sekolah-sekolah. Tujuannya untuk memberikan himbauan agar tidak terhasut, itu rata-rata mereka terhasut oleh medsos, tergerak karena ajakan di medsos," tegas dia.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas