Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Imlek 2020

Perayaan Imlek, Kelenteng Boen San Bio Ramai Dikunjungi Masyarakat Untuk Beribadah

Kelenteng Boen San Bio atau yang juga dikenal dengan nama Vihara Nimmala merupakan salah satu kelenteng tertua yang ada di Kota Tangerang.

Perayaan Imlek, Kelenteng Boen San Bio Ramai Dikunjungi Masyarakat Untuk Beribadah
Warta Kota/Nur Ichsan
JELANG IMLEK - Menjelang perayaan Hari Raya Imlek 2566, sejumlah vihara di Kota Tangerang, sedang berbenah membersihkan sarana dan prasarana ibadah, seperti terlihat di Vihara Nimmala Boen San Bio, Minggu (1/2). Ini sengaja dilakukan para pengurus rumah ibadah warga Tionghoa ini agar umat yang datang beribadah bisa menikmati kenyamanan dan khusyuk dalam berdoa. Warta Kota/nur ichsan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Klenteng Boen San Bio ramai dikunjungi masyarakat Tionghoa untuk beribadah pada perayaan Imlek, Sabtu (25/1/2020).

Kelenteng Boen San Bio atau yang juga dikenal dengan nama Vihara Nimmala merupakan salah satu kelenteng tertua yang ada di Kota Tangerang.

Kelenteng ini dibangun sekiranya tahun 1689 oleh pedagang dari China bernama Lim Tau Koen.

Kelenteng ini berada di Jalan Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Karawaci, Kota Tangerang.

Baca: Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Perayaan Imlek di Taman Sari

Kelenteng ini biasa dipergunakan bagi penganut Kong Hu Chu, Tao dan Buddha.

Di dalam vihara terdapat altar dengan arca Hok Tek Tjeng Sin atau Dewa Bumi yang dipercaya masyarakat Tionghoa pemberi rezeki dan kemudahan usaha.

Di bagian belakang kelenteng ada patung Dewi Kwan Im, serta ada pula altar dengan patung Buddha Sakyamuni tempat umat Budha melakukan ibadah.

Baca: Masuk Tahun Baru Imlek, Bos-bos Sriwijaya Air Bersih-bersih Pesawat

Sejumlah masyarakat nampak tengah beribadah dengan khusuk di Hiolo (tempat meletakkan batang hio atau dupa).

Ada pula masyarakat yang melakukan tradisi bakar kertas Kim Coa yang dipercaya masyarakat Tionghoa sebagai penghormatan kepada Dewa atau para leluhur.

Ada pula warga yang membagikan angpau kepada masyarakat yang telah menunggu diluar kelenteng maupun melakukan tradisi lainnya, seperti tradisi melepas burung, seperti Tomy.

Tomy bersama keluarganya memborong semua burung dari salah satu pedagang yang berjualan di kelenteng Boen San Bio.

"Kita berdoa, lalu melepas burung supaya rezeki banyak," ujar Tomy.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas