Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aturan Ganjil Genap

PDIP DKI Minta Pemberlakuan Gage Motor-Mobil Selama PSBB Transisi Dibatalkan

Sejumlah moda angkutan seperti bus, kereta api, dan lainnya, menurut Gilbert, tak mungkin ditambahkan dalam waktu singkat ini.

PDIP DKI Minta Pemberlakuan Gage Motor-Mobil Selama PSBB Transisi Dibatalkan
Tribunnews/Jeprima
Petugas kepolisian menilang mobil berplat nomor ganjil saat memasuki Jalan DI Panjaitan di Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak menyoroti soal pemberlakukan aturan ganjil-genap pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di ibu kota. Menurut Gilbert, hal tersebut harus dibatalkan.

"Saya kira pemprov harus mampu menyiapkan tambahan transportasi, karena penumpang sekarang maksimal 50 persen. Itu tidak mungkin karena walaupun karyawan masuk 50 persen, tidak semuanya pekerja formal. Lebih banyak yang UMKM atau informal. Maka transportasi pasti akan berjubel. Membatasi motor gage menjadi tidak tepat," ujarnya dalam pesan yang diterima Tribunnews, Minggu (7/6/2020).

Baca: Pemprov DKI Jakarta Harus Pasang Rambu Lalu Lintas Sebelum Berlakukan Ganjil Genap untuk Motor

Sejumlah moda angkutan seperti bus, kereta api, dan lainnya, menurut Gilbert, tak mungkin ditambahkan dalam waktu singkat ini.

"Jam masuk juga hanya dibatasi antara 7.00 dan 9.00 WIab. Pasti masih menumpuk. Lebih baik gage motor dibatalkan," lanjutnya.

Baca: Benarkan Motor Bakal Kena Ganjil Genap, DKI Sedang Lakukan Evaluasi Sepekan ke Depan

Bahkan kebijakan PSBB transisi pun menurut Gilbert sulit untuk dimengerti, karena tidak sejalan dan sehubungan dengan kemampuan mengawasi.

"Di Pergub disebutkan pengawasan oleh Satpol PP, padahal pekerjaan lebih banyak dengan transisi ini. Dulu masih PSBB saja tidak mampu diawasi, khususnya yang di masyarakat bawah. Makanya ini hanya permainan kata-kata tanpa makna. Transisi versus new normal," ujar Gilbert

Dirinya mengatakan itu sebab kondisi di lapangan tidak ada yang mengindahkan soal pergub transisi.

Baca: Soal Sanksi Ganjil-Genap di PSBB Jakarta, Polda Metro: Kami Koordinasi Dulu dengan Dishub DKI

"Kenapa? Karena mereka tidak mampu menerapkan apa yang dimaksud dengan transisi. Saya khawatir dengan dampak ketidaktegasan ini ke penularan," pungkas Gilbert.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan ganjil-genap (gage) selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi untuk sepeda motor dan mobil. 

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas