Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

PSBB di Jakarta

Digerebek Polisi, Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Juga Kena Denda Maksimal dari Pemkot Jakut

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, pihaknya segera memproses pemilik panti pijat tersebut untuk membayar denda.

Digerebek Polisi, Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Juga Kena Denda Maksimal dari Pemkot Jakut
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim saat memberikan keterangan pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilik panti pijat plus-plus yang digerebek aparat Polres Metro Jakarta Utara dipastikan menerima denda lantaran nekat beroperasi di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pengenaan denda tersebut akan disesuaikan dengan Peraturan Gubernur nomor 79 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya dan Pengendalian Covid-19.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, pihaknya segera memproses pemilik panti pijat tersebut untuk membayar denda.

"Khusus pemilik usaha ini juga melanggar ketentuan Pergub, baik Pergub 33 maupun 79, akan kami proses untuk dikenakan denda maksimal," kata Ali, Selasa (22/9/2020).

Para terapis yang diamankan polisi dari panti pijat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Para terapis yang diamankan polisi dari panti pijat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. (tribun jakarta)

Seiring penerapan kembali PSBB ketat di DKI Jakarta, lanjut Ali, tempat hiburan ditegaskan belum boleh buka.

Karenanya, pengenaan denda ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi tempat-tempat usaha lainnya yang masih nekat beroperasi meski ada larangan.

"Ini juga sebagai shock therapy dan peringatan bagi usaha-usaha lain yang memang dilarang," tegas Ali.

"Khusus usaha ini (panti pijat), sejak awal PSBB memang belum diizinkan dibuka. Memang ada surat edaran Kadis Pariwisata untuk khusus untuk pariwisata yang memang diperbolehkan sebelumnya, tapi kegiatan ini memang dari awal tidak diperbolehkan untuk dibuka," sambungnya.

Baca: Panti Pijat Plus-plus di Jakarta Utara Digerebek Karena Nekat Beroperasi Saat PSBB

Diberitakan sebelumnya, panti pijat plus-plus di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, digerebek aparat Polres Metro Jakarta Utara, Senin siang kemarin.

Selain sembilan orang terapis, polisi juga mengamankan 12 orang lainnya yang terdiri dari sembilan orang karyawan dan tiga orang pengelola panti pijat plus-plus tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: TribunJakarta
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas