Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PSBB di Jakarta

PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang, Kasus Terus Meningkat hingga Denda yang Tolak Swab Test

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi selama 14 hari.

PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang, Kasus Terus Meningkat hingga Denda yang Tolak Swab Test
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Warga mengisi libur panjang dengan mengunjungi kawasan Kota Tua di Jakarta Barat, Kamis (29/10). Mesmasuki PSBB transisi kawasan kota tua di buka kembali untuk wisatawan yang hendak berlibur dikawasan bangunan tua tersebut. Pembukaan untuk warga berwisata hanya lorong atau jalan. Sementara alun-alun musium Fatahillah belum dibuka. Petugas menjaga dan melarang warga yang hendak memasuki lapangan luas, memasuki komplek kota tua tersebut setiap pengujung harus cek suhu badan, pakai masker dan wajib cuci tangan. Untuk anak- anak usia dibawah 10 tahun dilarang masuk. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi selama 14 hari.

PSBB diperpanjang terhitung sejak 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Perpanjangan PSBB Masa Transisi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020 yang menegaskan apabila tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan, PSBB Masa Transisi akan diperpanjang secara otomatis selama dua pekan.

Baca juga: 80 Orang Positif Corona di Kegiatan HRS, Wagub DKI: Semua Kita Lacak dan Rawat

"Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila terjadi kenaikan kasus secara signifikan atau tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan," ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seperti dikutip dari ppid.jakarta.go.id, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Wagub DKI Bawa Sejumlah Dokumen Saat Tiba di Polda Metro Jaya

Baca juga: Wagub DKI Diperiksa di Polda Metro, Kapolda Irjen Fadil Imran Sambangi Anies di Balai Kota

Kasus Meningkat

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan masyarakat harus semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19 karena kasusnya yang semakin meningkat.

"Ini waktunya kita semakin waspada dan disiplin dengan protokol kesehatan," ujar Anies dalam keterangan tertulis, Minggu (22/11/2020).

Anies mengatakan, terdapat peningkatan penularan kasus Covid-19 selama dua pekan terakhir di DKI Jakarta, meskipun tidak drastis.

"Penularan kasus di Jakarta mulai sedikit meningkat dalam dua pekan terakhir setelah melambat di pekan-pekan sebelumnya," tutur Anies.

Peningkatan tersebut bisa terlihat dari akumulasi kasus konfirmasi positif DKI Jakarta setiap dua pekan. Terjadi kenaikan sebesar 11,62 persen pada 7-11 November.

Halaman
123
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas