Tribun

Virus Corona

Tiga Pengendara Moge Minta Maaf, Mengaku Tidak Tahu Ada Penerapan Ganjil Genap di Kota Bogor

Pengendara moge minta maaf, mengaku tidak tahu ada penerapan ganjil genap di Kota Bogor, mereka dikenakan sanksi maksimal langgar peraturan wali kota.

Editor: Theresia Felisiani
Tiga Pengendara Moge Minta Maaf, Mengaku Tidak Tahu Ada Penerapan Ganjil Genap di Kota Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
pengendara moge kena sanksi PPKM 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Tiga Pengendara moge yang lolos pemeriksaan ganjil genap di Kota Bogor akhirnya teridentifikasi.

Ketiganya sudah diamankan, dibawa menggunakan truk pemburu pelanggar PPKM ke Balaikota Bogor.

Selama diproses, mereka menggunakan kaling bertuliskan: Pelanggar PPKM. 

Satu dari tiga pengendara moge meminta maaf atas kesalahan yang dibuat bersama rombongannya.

"Memohon maaf kepada Pemkot Bogor bapak WaliKota, aparat dari Polres juga aparat Satgas Covid atas ketidakyamanan yang ditimbulkan dari kegiatan kami jumat pagi," katanya.

Ia mengaku sudah menjalani sanksi yang dikenakan pada mereka.

"Kami mohon maaf kami sebagai warga yang taat hukum dan juga sama ya kedudukannya di mata hukum kami sudah menjalankan sanksi diterapkan, kami sudah membayar sanksi," katanya.

Ia dan rombongannya mengaku tak mengetahui bahwa sedang diterapkan sistem ganjil genap di Kota Bogor.

"Ini jadi pembelajaran bagi kami semua, tindakan ini karena kami tidak tahu ada pemberlakuan itu,
sekali lagi kami mohon maaf atas nama pengendara motor besar di Indoensia," katanya.

Ia menerangkan bahwa saat itu mereka ke Puncak untuk menghadiri sebuah acara.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas