Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir di Jakarta

YLKI: Ruas Jalan Tol Banjir, Seharusnya Tak Ada Pungutan Bagi Konsumen

Tulus Abadi mengatakan, seharusnya ruas jalan tol yang tergenang banjir itu digratiskan.

YLKI: Ruas Jalan Tol Banjir, Seharusnya Tak Ada Pungutan Bagi Konsumen
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah kendaraan terjebak macet panjang akibat banjir di ruas jalan Tol JORR TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan kemacetan panjang di jalan Tol JORR TB Simatupang, namun kendaraan masih bisa melaju dengan kecepatan 20 hingga 30 kilometer/jam. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan deras yang mengguyur sebagian besar Kota Jabodetabek sejak dua hari ini, membuat beberapa ruas jalan tol tergenang banjir.

Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, seharusnya ruas jalan tol yang tergenang banjir itu digratiskan.

"Seharusnya tak ada pungutan bagi konsumen. Sungguh anomali jika jalan tol banjir tapi operator tol masih mengenakan tarif," katanya melalui keterangan tertulisnya, dikutip pada Minggu (21/2/2021).

Tidak hanya itu, Tulus juga menyarankan kepada pengelola jalan tol untuk memberikan kompensasi.

Terlebih untuk para pengguna yang kendaraannya mogok saat tengah melintasi jalan tol yang tergenang air.

Baca juga: Perumahan Bumi Nasio Indah Bekasi Masih Terendam Banjir 1,5 Meter, BPBD Masih Evakuasi Warga

Baca juga: 37 Ribu Lebih Pelanggan Terdampak Banjir Masih Mengalami Pemadaman Listrik

"Bahkan (pengelola tol) seharusnya memberikan kompensasi dan ganti rugi bagi kendaraan pengguna yang mogok dan rusak karena melewati banjirnya jalan tol," ujarnya.

Tulus mengimbau kepada pengelola tol dalam hal ini Jasa Marga untuk senantiasa merawat kondisi sistem drainase.

Sejumlah kendaraan melintasi banjir di ruas jalan Tol JORR TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan kemacetan panjang di jalan Tol JORR TB Simatupang, namun kendaraan masih bisa melaju dengan kecepatan 20 hingga 30 kilometer/jam. Tribunnews/Jeprima
Sejumlah kendaraan melintasi banjir di ruas jalan Tol JORR TB Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Banjir yang disebabkan tingginya curah hujan tersebut mengakibatkan kemacetan panjang di jalan Tol JORR TB Simatupang, namun kendaraan masih bisa melaju dengan kecepatan 20 hingga 30 kilometer/jam. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Karena menurutnya banjir yang terjadi di ruas jalan tol bukan hanya semata akibat curah hujan tinggi.

"Sebab banjirnya jalan tol, selain karena curah hujan yang tinggi, juga buruknya sistem drainase di sepanjang jalan tol yang banjir tersebut," ungkapnya.

Diketahui, akibat hujan deras beberapa hari ini sejumlah ruas jalan tol terjadi banjir, di antaranya Tol Jakarta-Cikampek, Tol Jakarta-Tangerang, Tol JORR, Tol Jagorawi, dan Tol Dalam Kota Jakarta.

BMKG juga memprediksi cuaca hujan dengan intensitas lebat terjadi kembali di wilayah Jabodetabek pada 23-24 Februari 2021.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas