Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Peserta Pesantren Kilat Digital 2021 dapat Pelatihan UMKM dan Digital

Acara ini dibuka sejak 19 April 2021 lalu dengan menghadirkan beberapa tokoh.

Peserta Pesantren Kilat Digital 2021 dapat Pelatihan UMKM dan Digital
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Pesantren Kilat Digital yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh Sobat Cyber Indonesia kini terselenggara kembali di bulan Ramadhan tahun ini, dengan tema “Ramadhan Membawa Pesan Positif di Ruang Digital”.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesantren Kilat Digital yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh Sobat Cyber Indonesia kini terselenggara kembali di bulan Ramadhan tahun ini, dengan tema “Ramadhan Membawa Pesan Positif di Ruang Digital”. 

Acara ini dibuka sejak 19 April 2021 lalu dengan menghadirkan beberapa tokoh.

Diantaranya Ansar Ahmad (Gubernur Kepulauan Riau), Ilham Akbar Habibie (Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional), Muhamamd Hasan Chabibie (Plt. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud RI), dan Widodo Muktiyo (Pakar Kehumasan dan Staf Khusus Menteri Kominfo RI).

Kegiatan tahun ini, Sobat Cyber Indonesia berkolaborasi dengan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), BAKTI Kominfo, Indosat Ooredoo, Mustika Ratu, dan Yayasan Puteri Indonesia.

Fokus dari Pesantren Kilat Digital ini ada 5 hal yaitu Pembuatan Konten Positif, Digital Marketing, Dasar Pembuatan website, Pendalaman Agama Islam dan juga Digital entrepreneur.

Baca juga: Kominfo Ungkap Tiga Tingkatan Kecakapan Digital Hadapi Tantangan Masa Kini dan Akan Datang

Pada hari kedua Pesantren Kilat Digital 2021, Selasa (21/4/2021), menghadirkan para pembicara di antaranya Deputi bidang Mikro Kemenkop UKM RI) Eddy Satriya yang mengupas terkait digitalisasi UMKM dan juga menerangkan strategi pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Pemanfaatan digitalisasi sangat membantu untuk UMKM. Perekonomian Indonesia pada masa sulit seperti di saat krisis di tahun 2008 dan tahun 1998, ketika itu UMKM membantu cepat memulihkan ekonomi Indonesia,” ujar Eddy.

Dia juga memberikan penjelasan terkait upaya pemerintah dalam pemulihan dan peningkatan digitalisasi KUMKM.

Supply Side (Salah satunya melalui sisi pembiayaan),  In The Middle (Meningkatkan kualitas SDM dan produk UMKM untuk mempersiapkan UMKM onboarding/masuk keekosistem digital), dan Demand Side (Membuka akses pasar produk UMKM baik pasar lokal maupun global).

Selanjutnya juga rencana bantuan bagi pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 dengan target penerima 12,8 Juta usaha mikro.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas