Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Atty Sommadikarya: Emak-emak Jangan Tergiur Arisan Paket Lebaran Bodong

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, masyarakat diminta untuk menahan diri agar tidak masuk dalam perangkap tawaran arisan paket Lebaran bodong.

Atty Sommadikarya: Emak-emak Jangan Tergiur Arisan Paket Lebaran Bodong
TribunnewsBogor.com
Ketua Koperasi KSU Karya Mandiri, Atty Somaddikarya 

"Lembaga legal dan berbadan hukum aja masih ada yang berani berbuat curang dan merugikan masyarakat khususnya ibu-ibu dalam modus paket lebaran. Terlebih arisan paket lebaran yang dikelola oleh personal tanpa badan hukum," tegasnya.

Sementara itu, Atty menjelaskan bahwa sudah banyak masyarakat yang menjadi korban akibat tergiur arisan paket lebaran.

"Masalah seperti ini selalu terjadi setiap tahun menjelang lebaran dan yang menjdi korban adalah kaum perempuan - sangat miris dan prihatin. Setiap tahun modus tipu-tipu dengan judul arisan paket lebaran memakan korban dengan jumlah puluhan miliar dengan korban ribuan perempuan," paparnya.

Kendati demikian, Atty tidak menampik bahwa banyak pula lembaga legal yang masih tetap menjalankan amanah.

"Tidak semua pengelola pribadi dalam arisan paket lebaran juga merugikan masyarakat karena msh banyak yang benar-bemar amanah. Inii semua tergantung pada jejak rekam dari pengelola dan karakter personalnya," ungkapnya.

Bisnis arisan paket lebaran memang terbilang cukup baru dan unik karena ini bersifat musiman dan memiliki tujuan khusus yaitu sebagai solusi atas permasalahan kebutuhan yang lebih tinggi saat lebaran.

PERSEMPIT RUANG GERAK RENTENIR

Seperti diketahui, Memberantas dan mempersempit ruang gerak rentenir. Itu tujuan Ketua Koperasi KSU Karya Mandiri, Atty Somaddikarya.

Atty mengatakan bahwa tidak sedikit masyarakat yang mengalami permasalahan akibat berhubungan dengan rentenir.

"Banyak kasus yang berasal dari rentenir. Warga bahkan menjual rumah, bercerai karena terlilit hutang dari rentenir," ujarnya, Minggu (4/4/2021).

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas