Tribun

Penganiaya Sopir Truk di Jakut Diamankan saat Hendak Melarikan Diri ke Surabaya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pria berinisial OK alias OT (40) ini diamankan pihak Polres Metro Jakarta Utara

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Hendra Gunawan
Penganiaya Sopir Truk di Jakut Diamankan saat Hendak Melarikan Diri ke Surabaya
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Video pria pengemudi mobil Pajero memanjat pintu sebuah truk trailer, viral di media sosial. 

"Yang bersangkutan akan kita lakukan pemeriksaan. Apakah kemungkinan kejiwaannya karena dilihat dari emosi yang dilakukan, termasuk juga akan kami cek urin apakah kemungkinan yang bersangkutan sudah memakai narkoba atau belum Nanti kita akan lakukan pengecekan," tukasnya.

Baca juga: Diduga Mengantuk, Pajero Sport yang Dikemudikan Perangkat Desa Seruduk Truk dan 6 Sepeda Motor

Diketahui, Polres Metro Jakarta Utara telah menetapkan pengemudi Pajero Sport hitam yang menganiaya sopir truk kontainer sebagai tersangka.

Perbuatan penganiayaan itu viral di media sosial. Dalam perkara ini penyidik menjerat tersangka berbadan tegap itu dengan pasal berlapis lantaran kedapatan membawa surat kendaraan palsu.

"Sudah tersangka. Dia kena pasal 351 pasal penganiayaan kemudian pasal 335 ayat 2 perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan kemudian pasal 263 pemalsuan surat kendaraan dan ketiga pasal 406 perusakan," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi kepada awak media, Senin (28/6/2021).

Lebih lanjut kata Nasriadi, tersangka yang ternyata merupakan seorang pelaut itu menggunakan pelat nomor kendaraan dinas anggota TNI-Polri.

Hal itu telah terkonfirmasi usai pelaku dilakukan pemeriksaan hingga ditetapkan sebagai tersangka.

"Bukan,bukan. Dia sipil murni. Bukan anggota TNI, bukan anggota Polri. Pekerjaannya pelaut," tutur Hariadi.

Dugaan awal sebagai anggota memang berkembang, sebab dalam video yang beredar diketahui tersangka menggunakan kendaraan dengan pelat nomor yang identik anggota Polri.

Namun ternyata, berdasarkan hasil penyelidikan pelat nomor tersebut palsu. Belum diketahui dari mana tersangka mendapatkan pelat itu.

"Pelatnya itu pelat palsu kami masih kembangkan dari mana dia dapat pelat tersebut," ungkap Nasriadi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas