Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Politisi Golkar Sebut Interpelasi untuk Anies Lucu-lucuan Saja

Pasalnya kata Basri, mereka yang mengajukan hak interpelasi lupa bahwa dewan masih punya kewajiban menumpuk.

Politisi Golkar Sebut Interpelasi untuk Anies Lucu-lucuan Saja
Warta Kota/Joko Supriyanto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta orang tua bisa mendorong anak-anak mereka mengikuti program vaksinasi Covid-19, mengingat saat ini penyebaran virus Covid-19 kian parah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco menilai pengajuan hak interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan dan program Formula E miliknya, hanya sebatas lucu - lucuan.

"Lucu-lucuan aja sih itu. Kalau Golkar gini, kalau ada kewajiban dan hak, maka yang harus didahulukan adalah kewajiban," kata Basri kepada wartawan, Sabtu (28/8/2021).

Pasalnya kata Basri, mereka yang mengajukan hak interpelasi lupa bahwa dewan masih punya kewajiban menumpuk.

Banyak pekerjaan legislatif yang tertunda, dan sampai saat ini belum terlaksana.

"Interpelasi itu hak, sementara kewajiban dewan itu masih banyak yang tertunda," ucapnya.

"Tapi teman-teman malah sibuk urusan interpelasi. Apa nggak ada cara lain? Apa kurang kerjaan? Apa semua kewajiban dewan sudah terlaksana? Kalau interpelasi berapa lama selesainya?" jelas dia.

Baca juga: Apa Tanggapan Anies Soal Hak Interpelasi Formula E yang Diajukan 33 Anggota DPRD DKI?

Berkenaan dengan itu, Basri menyatakan bahwa Partai Golkar tidak akan ikut - ikut karena dianggap cuma membuang waktu.

"Jadi kita pasti, Golkar sudah pasti tidak ikut dalam interpelasi. Karena hanya nambah kerjaan dan buang - buang waktu. Bukan itu yang diharapkan masyarakat sekarang," pungkasnya.

Diketahui sebanyak 33 anggota DPRD DKI Jakarta dari 2 fraksi yakni PDI-Perjuanan dan PSI, mengajukan hak interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan untuk menjelaskan keputusan penyelenggaraan Formula E pada Juni 2022 mendatang.

Anies menuangkan rencana penyelenggaraan Formula E tersebut dalam Instruksi Gubernur Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021 - 2022.

Namun sejumlah legislator DKI menilai ajang balap mobil listrik itu justru akan membebani APBD di tengah defisit akibat pandemi Corona.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas