Tribun

Sekeluarga Tewas di Jakarta Barat

Wali Kota Jakarta Barat Sebut Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Tidak Bersamaan Waktunya

Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko menyebut satu keluarga yang tewas di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, tidak bersamaan.

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Wali Kota Jakarta Barat Sebut Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Tidak Bersamaan Waktunya
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mendatangi rumah satu keluarga yang ditemukan tewas di Perumahan Citra Garden 1 Ekstension, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (12/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko menyebut satu keluarga yang tewas di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, tidak bersamaan.

Yani Wahyu menyampaikan informasi tersebut didapat dari penyelidikan kepolisian.

"Korban kan tidak serta merta langsung empat-empatnya meninggal ada proses ya berdasarkan informasi dari kepolisian," kata Yani Wahyu Purwoko di lokasi, Sabtu (12/11/2022).

Baca juga: 7 Pengakuan Kerabat soal Sekeluarga Tewas di Kalideres: Korban akan Dikremasi, Kondisi Ekonomi Cukup

Yani Wahyu mengungkapkan korban yang meninggal pertama adalah sang ayah berinisial RG (71).

Namun kematiannya tidak langsung dilaporkan ke pejabat lingkungan dan hanya ditaburi kapur barus.

"Pertama meninggal itu bapak. Bapaknya meninggal informasi yang saya dapat hanya disikapi dengan hanya ditaburi kapur barus," ungkapnya.

Selanjutnya, sang Ibu berinisial KM (66) yang meninggal dunia saat itu dan disusul oleh sang paman berinisial BG (68).

Terakhir, barulah sang anak berinisial DF (42) yang meninggal dunia di dalam rumah tersebut.

Namun dia tidak merinci waktu meninggal dunia yang tidak bersamaan itu.

"Kemudian berikutnya yang meninggal adalah ibunya, itu juga disikapi seperti itu. Yang ketiga adalah pamannya, baru yang terakhir anaknya," ucapnya. 

Meski begitu, Yani Wahyu meminta kepada masyarakat tidak berasumsi soal kematian satu keluarga tersebut.

Meski hasil autopsi sementara menunjukan tidak adanya bekas makanan dan minuman di lambung korban, namun dia meminta untuk tidak terjebak jika keluarga itu meninggal dunia karena kelaparan.

"Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan ya," ujar dia.

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas