Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Coach Rheo: Waspada Banyak Orang Alami Gangguan Jiwa Mati Bunuh Diri

Sebuah studi menemukan bahwa angka bunuh diri di Indonesia akibat gangguan mental bisa empat kali lebih besar dari data resmi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Coach Rheo: Waspada Banyak Orang Alami Gangguan Jiwa Mati Bunuh Diri
Dok. pribadi
Coach Rheo menyampaikan materi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia menghadapi masalah krusial terkait dengan kesehatan mental. Sebuah studi menemukan bahwa angka bunuh diri di Indonesia akibat gangguan mental bisa empat kali lebih besar dari data resmi.

“Kasus bunuh diri meningkat di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Tekanan ekonomi menjadi salah satu penyebab terciptanya beban mental dalam jiwa seseorang,” ungkap Mind Technology Expert (Pakar Teknologi Pikiran) Coach Rheo.

Kecenderungannya Dipicu Oleh Gangguan Kesehatan Mental

Kasus bunuh diri, menurut Coach Rheo, kecenderungannya dipicu oleh gangguan kesehatan mental dengan beragam persoalan.

Seperti kekerasan berbasis gender, perundungan, kekerasan siber dengan berbagai modus, penyakit sulit disembuhkan, tekanan ekonomi dan persoalan lainnya.

“Beban itu seringkali tersimpan abadi dalam relung jiwa seseorang. Semakin hari sulit menjalani kehidupan. Apalagi dengan hadirnya teknologi Artificial Intelligence (AI) yang lagi berkembang. Banyak orang putus asa kehilangan mata pencaharian,” urai ahli kesehatan mental jebolan Certified Facilitator Access Consiousness USA, Certified Hypnotist, dan Hypnotherapist (Indonesian Board Of Hypnotherapy) ini.

Ahli yang tengah menyusun buku Divine Oracular Assistance – Tension Releasing Technique Online (D.O.A TRTO) ini mengatakan, beban mental memang seperti parasit.

"Sulit hilang dari dalam jiwa seseorang," tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selama 200 tahun, diakui Coach Rheo, orang mempercayai hal ini. Ilmu pengetahuan mengkaji bagaimana trauma terjadi pada seseorang, dan bagaimana menghadapinya.

“Seringkali trauma hadir hilang timbul. Perlu proses healing panjang dan melelahkan. Tapi semua upaya hanya membantu melewati saja. Tidak membuat beban mental hilang permanen. Kata yang digunakan hanyalah ‘pulih’, tinggal tunggu waktu balik lagi,” jelas Coach Rheo.

Bahkan, lanjut Coach Rheo, menggunakan kata ‘permanen’ saja begitu tabu di dunia kesehatan mental. Karena umumnya orang meyakini trauma mental tidak akan pernah hilang.

Di Amerika Ada 20 Veteran Perang Bunuh Diri Akibat Beban Mental

Coach Rheo menyampaikan, di Amerika, berdasarkan data US Department of Veterans Affairs (VA) di 2019, setiap hari ada 20 veteran perang bunuh diri akibat beban mental.

"Padahal mereka kurang apa coba. Mendapat layanan psikologis terbaik yang dunia miliki. Menurut Max Storm, di TED Talk-nya berjudul ‘Breathe to Heal,’ kita membutuhkan solusi lain jika ingin benar-benar sembuh,” tutur Pendiri Yayasan Konseling Harapan Indonesia (Yakhin) ini.

Coach Rheo telah menjalani puluhan ribu jam praktek dan belajar di bidang teknologi pikiran dan jiwa (Mind Technology Expert).

Ia juga mendapat validasi dari Associate Meta Coach dari (Meta Coach Foundation, Colorado, USA), serta Master Practitioner Of Neuro Linguistic Programming (NLP Society Florida, USA).

Coach Rheo kini terus mengembangkan metode penyembuhan mental yang disebutnya DOA Physio Psychotherapy. Sebuah sistem psikoterapi yang menyasar sisi fisiologis manusia.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas