Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Hendardi: Belum Angkat Senjata Kok Dibilang Makar

Direktur Setara Institute, Hendardi menegaskan, pemerintah tidak bisa membenarkan penembakan anggota Kongres Papua

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Setara Institute, Hendardi menegaskan, pemerintah tidak bisa membenarkan penembakan anggota Kongres Papua III atas dasar alasan makar.

"Belum mengangkat senjata kok dibilang makar.  Itu tidak bisa dibenarkan," ujar Hendardi dalam dialognya di Rumah Perubahan 2.0, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2011).

Oleh karenanya, Hendardi mengimbau agar pemerintah segera melakukan investigasi terkait penembakan anggot Kongres Papua tersebut yang merupakan suatu pelanggaran yang dilakukan aparat keamanan.

Selain itu, Hendardi juga berharap agar pemerintah menghargai apa yang menjadi aspirasi kelompok masyarakat di Papua."Pemerintah seharusnya melakukan dialog. selain itu, pemerintah juga harus melakukan evaluasi Otsus di Papua," jelas Hendardi.

Diberitakan sebelumnya, konflik di Jayapura, Papua antara anggota Kongres Papua III dengan aparat keamanan menewaskan tiga anggota kongres dan tujuh luka-luka.

Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Saleh menjelaskan, Tiga orang yang tewas diduga keras ditembak oleh penembak jitu, sedangkan yang tujuh orang ditembak secara membabi buta, ditendang, serta dipukul dengan balok.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas