Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perusakan Ruang Sidang Pleno MK Peristiwa Serius

Betapa tidak, masa mengamuk itu terjadi di Mahkamah Konstitusi yang notabene memiliki keputusan yang terakhir dan mengikat

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Thohari mengaku sangat prihatin pada kericuhan yang dilakukan sekelompok orang di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Rabu (14/11/2013), siang tadi.

"Peristiwa ini sangat-sangat memprihatinkan. Betapa tidak, masa mengamuk itu terjadi di MK yang notabene memiliki keputusan yang terakhir dan mengikat," kata Hajriyanto ketika dikonfirmasi Tribunnews.com.

Ketua DPP Golkar ini berpendapat  ini sungguh merupakan lonceng peringatan yang sangat keras dalam penegakan hukum di negeri ini.

"Saya tidak lagi punya kata-kata untuk melukiskan peristiwa yang bagi saya sangat telak ini," kata dia.

Dia meminta Ketua dan para Hakim MK agar mengevaluasi peristiwa yang merontokkan wibawa hukum ini secara serius.

"Ini peristiwa kecil. Betul-betul serius," kata Hajriyanto.

Sebelumnya diberitakan, sidang putusan Pemilukada ulang Provinsi Maluku berlangsung ricuh di gedung Mahkamah Konstitusi. Massa yang diduga berasal dari pasangan nomor Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji mengamuk dan mengobrak-abrik ruang sidang pleno MK.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah perabot di ruang sidang dirusak massa seperti televisi, meja, kursi, papan nama, dan lainnya. Polisi menangkap sejumlah perusuh.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas