Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fadli Zon Sebut Penolakan Golkar Terhadap Perppu Pilkada Tak Mutlak

"Kan hanya merekomendasikan, tidak mutlak," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Fadli Zon Sebut Penolakan Golkar Terhadap Perppu Pilkada Tak Mutlak
Tribunnews.com/Achmad Rafiq
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut  penolakan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih sebuah rekomendasi.

"Kan hanya merekomendasikan, tidak mutlak," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, DPR baru akan membahas Perppu Pilkada pada masa sidang Dewan selanjutnya, yaitu Januari 2015 mendatang. Sebelumnya, Koalisi Merah Putih (KMP) akan duduk bersama-sama untuk menentukan sikap terkait Perppu Pilkada ini.

"Nanti dibahas masa sidang selanjutnya. Reses selesai 11 Januari 2015. Setelah itu kita bahas. Waktunya satu bulan," kata Fadli.

Diberitakan sebelumnya, Aburizal dalam Musyawarah IX Nasional Partai Golkar menginstrukskan kepada anggota fraksinya di DPR untuk menolak Perppu Pilkada. [BACA: Tanggapan Ical Golkar Disebut Ingkar Janji Soal Perppu Pilkada].

Jika Perppu ditolak, maka Pilkada akan dipilih melalui DPRD, sesuai dengan keinginan Koalisi Merah Putih (KMP).

Namun, dalam rekaman rapat tertutup yang beredar, Ketua Steering Commitee Munas Golkar Nurdin Halid menyebut pilkada lewat DPRD akan menguntungkan Ketua DPD Golkar se-Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketua DPD Golkar yang mencalonkan diri sebagai Walikota, Bupati, atau pun Gubernur, akan lebih berpeluang menang jika dipilih oleh DPRD dibanding dipilih langsung oleh rakyat.

Meski begitu, Aburizal membantah ada kesepakatan politik dengan Ketua DPD I dan DPD II. Kesepakatan itu adalah menjanjikan barter dukungan agar Aburizal kembali terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar, dengan dukungan kepada Ketua DPD I dan DPD II untuk menjadi kepala daerah.

"Saya kira tidak ada barter-barteran. Saudara sekalian bisa lihat, Partai Golkar makin solid dari tingkat I dan II maju ke depan (memberikan dukungan)," kata Aburizal.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas