Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kongres IV PDI Perjuangan

Kayuh Becak dari Surabaya ke Bali, Sukirman: Saya Hanya Ingin Foto Bersama Bu Mega

Wajah Sukirman (57) tampak resah, matanya terus mengarah pada pintu masuk Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur tempat diselenggarakannya Kongres IV PDI

Kayuh Becak dari Surabaya ke Bali, Sukirman: Saya Hanya Ingin Foto Bersama Bu Mega
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Sukirman dengan becak berhias pernak-pernik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tiba di depan Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar. Sabtu (11/4/2015). Dia rela menempuh perjalanan 5 hari dari Surabaya- Denpasar untuk bertemu dengan Megawati Soekarno Putri sekaligus memeriahkan kongres IV PDI Perjuangan. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY 

 

Tribunnews.com, Denpasar - Wajah Sukirman (57) tampak resah, matanya terus mengarah pada pintu masuk Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur tempat diselenggarakannya Kongres IV PDI Perjuangan. Pria paruh baya yang mengenakan busana serba hitam dengan blangkon di kepala, sudah seharian berada di depan hotel tersebut, menunggu untuk bisa foto bersama ketua umum partai berlambang banteng moncong putih, Megawati Soekarno Putri.

"Tadi ketemu Ibu Mega hanya bisa berjabat tangan saja. Gagal saya foto bareng sama ibu Mega. Jadi ngedrop nggak bisa foto bareng ibu Mega. kalau jabat tangan dengan ibu saya sudah sering. Saya akan terus tunggu di sini," ucap Sukirman sembari terus melihat ke arah pintu masuk Hotel, Jumat (10/4).

Sukirman mengaku berangkat dari Surabaya menuju Bali dari hari Senin (6/4) lalu dan tiba di Denpasar, Jumat (9/4) malam. Diceritakannya, dalam perjalanan menuju Bali untuk waktu istirahat ia menginap di kantor DPC PDI P yang dilewatinya dan tidur dibecak kesayangannya.
Bukan sekali ini saja, Sukirman datang dari Surabaya ke Bali mengendarai becaknya. Pria yang keseharian bekerja sebagai tukang becak ini sudah tiga kali mengayuh becak ke Bali saat Kongres PDI-Perjuangan, yakni ketika kongres pada tahun 2005 dan 2010.

"Saya sudah tiga kali ini ke Bali membawa becak untuk bisa bertemu Bu Mega. Kalau ada acara PDI P di daerah lain saya sering datang. Tapi ngelihat dulu medan jalannya. Waktu perjalanan ke Bali juga Nggak total ngayuh becak, kadang saya numpang truk karena medan jalannya di beberapa daerah naik turun," terangnya.

Kembali diceritakan Sukirman, saat tiba pada Jumat malam, dirinya belum diperkanankan masuk ke arean kongres. Ia pun memilih menunggu di pinggiran gerbang masuk Hotel Inna Grand Bali Beach sembari beristirahat menunggu diijinkan masuk ke arena kongres. Dan pada Sabtu pagi Sukirman baru diijinkan masuk sambil membawa becaknya ke arena kongres.

"Baru tadi pagi saya bisa masuk, kemarin masih di luar mas. Tujuan saya ke sini hanya untuk bertemu foto bareng Ibu Mega dan ikut memeriahkan kongres PDI Perjuangan di Bali, karena saya ini simpatisan PDI perjuangan, asli pro Mega," tegas pria yang mengaku menjadi tukang becak sejak tahun 1999 ini.

Tak pelak kehadiran Sukirman dengan mengendarai becak yang penuh dengan atribut PDI perjuangan dan banner kecil yang berisi foto dirinya bersama Megawati menarik perharian para peserta di arena kongres. Tampak sejumlah peserta pun mendekati hanya sekedar ngobrol dan foto bersama Sukirman. "Perjalanan dari Surabaya menuju Bali banyak yang minta foto bareng. Yang jelas saya ke sini demi Ibu Mega, saya mendukung penuh ke pemimpinan Ibu Mega," cetusnya.

Hingga saat ini karena belum bisa mewujudkan keinginannya untuk foto bersama Megawati Soekarno Putri, Sukirman berencana akan terus menunggu di arena kongres. "Sampai selesai kongres akan saya tunggu, saya kepengen foto bersama Ibu Mega, itu saja." Harapnya. Sembari mengatakan belum tahu sampai kapan akan di Bali.

Tak hanya sukirman, sebelumnya Thomas Singodipo (53) juga hadir di kongres partai berlambang banteng moncong putih. ia rela menempuh perjalanan darat sekitar 1100 KM dengan mengendarai vespa calssic strada tahun 1987.

Wakil ketua DPC bidang pemenangan pemilu PDI P Kabupaten Garut, Jawa Barat ini mengawali perjalanannya dari Garut hari Jumat pagi dan tiba di Bali rabu (8/4) pukul 19.00 Wita. Uniknya pria nyentrik ini juga menghias vespanya dengan atribut partai dan didominasi cat warna merah dan putih serta logo partai.

"Saya datang sendirian dan memang untuk hadir di Kongres, dan lebih suka naik motor dari pada ikut rombongan naik bus. Melalui perjalanan ini, saya ingin melihat Indonesia dari dekat," jelasnya saat ditemui.

Pria yang juga menjabat sebagai staf ahli fraksi PDI P Garut ini mengaku baru pertama kali datang ke Bali mengendarai Vespa kesayangannya. Dan diceritakan banyak pengalaman yang menarik dan lucu yang dijumpai saat menuju Bali.

"Banyak ceritalah mulai dari mogok, dan ketemu teman sesama pecinta Vespa. Malah sempat nyasar juga di Bali hampir saja menuju arah Lombok. Semalam saya numpang tidur di POM bensin Sanur," ungkapnya.

Dalam perjalanan dan akhirnya tiba di Bali ia pun mengaku puas bisa bertemu dengan rekan sesama pecinta vespa dan anggota partai dari daerah lain. "Puas banget bisa sampai di Bali pakai vespa," ucapnya. CAN

Ikuti kami di
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Tribun Bali
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas