Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SDA: Semoga JK Bisa Islahkan PPP Djan Faridz dengan Menkumham

Menurut Suryadharma, islah tersebut bergantung kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in SDA: Semoga JK Bisa Islahkan PPP Djan Faridz dengan Menkumham
TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (memakai rompi tahanan) bersiap menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Senin (8/6/2015). Suryadharma Ali diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kemenag pada tahun 2012-2013. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan 2007-2014, Suryadharma Ali (SDA), mendukung islah di tubuh partai berlambang kabah itu.

Menurut Suryadharma, islah tersebut bergantung kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly.

"Islah PPP itu tergantung pada Pak JK dan Pak Yasonna. Kedua tokoh itu paling banyak tahu dan menangani kekisruhan di PPP dan yang mengislahkan PPP," ujar Suryadharma di KPK, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Menteri Agama 2009-2014 itu menegaskan islah tersebut antara antara Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz dengan Yasonna.

Suryadharma mengatakan Djan tidak perlu islah dengan Ketua Umum PPP versi muktamar Surabaya Romahurmuziy alias Romy.

"Islah yang terpenting adalah islah antara Djan Faridz dengan Yasonna Laoly, bukan dengan Romy. Romy hanya pion saja, dia ada yang menggerakkan di belakangnya," kata Suryadharma.

Untuk itu, Suryadharma berterimakasih kepada JK yang berinisiatif untuk mendamaikan PPP.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya angkat topi kepada pak JK yang berinisiatif mengislahkan PPP. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak JK setelah sukses mengislahkan Golkar lalu mau mengislahkan PPP," tukas tersangka korupsi ibadah penyelenggaraan ibadah haji 2012-2013 itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas