Peneliti TII Pertanyakan Promosi Jabatan Hakim Sarpin
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sarpin Rizaldi mendapatkan promosi jabatan.
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Hukum dan Kebijakan dari Transparency International Indonesia (TII), Reza Syahwawi, mempertanyakan promosi jabatan Hakim Sarpin Rizaldi menjadi hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Riau.
Menurut Reza, pelibatan Komisi Yudisial (KY) dalam menilai kelayakan Hakim Sarpin memperoleh promosi jabatan sangat penting.
Apalagi fungsi lembaga KY didirikan untuk mengawasi para hakim dalam memimpin dan memutuskan suatu sidang peradilan.
"Apakah penilaian tersebut juga dilakukan berdasarkan masukan dari KY atau tidak? Ini penting sebab KY adalah pengawas hakim," tegas Reza kepada Tribunnews.com, Kamis (22/10/2015).
Jika mau objektif, menurutnya Mahkamah Agung (MA) juga harus mempublikasikan penilaiannya atas hakim sarpin.
Dengan itu, publik bisa melihat dan menilai acuan atau dasar penilian yang dipakai MA untuk mempromosikan jabatan Hakim Sarpin.
"Harus dipublikasikan agar publik bisa melihat dan menilai apa prestasinya," ujarnya.
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sarpin Rizaldi mendapatkan promosi jabatan.
Pria yang namanya terkenal setelah menyidangkan pra peradilan Budi Gunawan dipromosikan menjadi hakim tinggi di Pekanbaru.
Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna.
"Ya betul (Sarpin dapat promosi jabatan)," kata Made ketika dikonfirmasi, Kamis (22/10/2015).
Made menuturkan, keputusan promosi Sarpin menjadi hakim tinggi setelah Mahkamah Agung (MA) melakukan rapat internal.
Menurutnya, keputusan itu terbit pada 21 Oktober 2015.
"(Promosi Sarpin) berdasarkan hasil rapat promosi mutasi MA. Tanggal 21 Oktober 2015," tuturnya.