Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

KPK Diminta Bergerak Cepat Ungkap Orang Dalam Garuda Indonesia Jika Ada yang Terlibat

Pengamat penerbangan, Alvin Lie mengingatkan bahwa Garuda Indonesia adalah perusahaan terbuka.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in KPK Diminta Bergerak Cepat Ungkap Orang Dalam Garuda Indonesia Jika Ada yang Terlibat
Warta Kota/henry lopulalan
Eks Presiden Direktur Garuda Indonesia Emirsyah Satar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat penerbangan, Alvin Lie mengingatkan bahwa Garuda Indonesia adalah perusahaan terbuka.

Maka Pemerintah perlu menjaga kepercayaan pelaku pasar modal terhadap perusahaan plat merah RI ini ketika kasus suap pengadaan mesin jet Rolls Royce pada pesawat Airbus A330 yang melibatkan mantan Direktur Utama PT, Emirsyah Satar (2005-2014), diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca: Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar Punya Kekayaan Fantastis

Untuk itu, Alvin Lie mendorong KPK untuk mengusut tuntas siapa saja oknum di dalam Garuda Indonesia yang turut terlibat di dalam kasus dugaan suap pembelian mesin pesawat jet terbesar dari Inggris, Rolls-Royce.

"Apabila indikasi memang kuat, sepatutnya KPK bergerak cepat. Ungkap tuntas siapa saja oknum di dalam GA yang terlibat," ujar Alvin Lie kepada Tribunnews.com, Kamis (19/1/2017).

Karena Alvin Lie menegaskan pada umumnya korupsi dilakukan berkelompok. Hampir mustahil oleh 1 orang saja.

Baca: BREAKING NEWS: Bekas Dirut Garuda Emirsyah Satar Tersangka Pembelian Mesin Jet Rolls Royce

Lebih lanjut, kata dia, semua yang terbukti terlibat harus dijatuhi sanksi sesuai hukum dan perundangan yang berlaku.

"Pilihan pesawat dan mesin terkait melibatkan sedikitnya bidang teknik dan mungkin juga bidang keuangan," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar diduga menerima suap dari Rolls Royce dan membuka rekening di Singapura.

Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya pernah mengungkapkan terkait mengenai petinggi BUMN yang menerima uang di Singapura.

"Iya, itu yang dulu saya sampaikan," kata Agus Rahardjo, Jakarta, Kamis (19/1/2016).

Pada saat itu, Agus mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Kata Agus kasus tersebut tidak hanya satu.

"Jadi tidak hanya satu. Mudah-mudahan doakan kita bisa usutnya lebih cepat," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

KPK akan memberikan keterangan resmi mengenai penetapan Emirsyah Satar sebagai tersangka.

Selain Emirsyah, diduga masih ada tersangka lainnya.

Kemarin, KPK telah menggeledah empat lokasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas