Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Murid SD di Nias yang Mengasuh Adiknya Sambil Sekolah

"Kami berjalan selama setengah jam. Saya sendiri ngos-ngosan mendaki gunung dengan jalan tanah liat," kata Indri kepada BBC Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kisah Murid SD di Nias yang Mengasuh Adiknya Sambil Sekolah
Indri Rosidah via BBC Indonesia
Tetap semangat dengan segala keterbatasan, tulis guru SD di Nias Selatan, Indri Rosidah. 

Kesadaran rendah di Morowali

Data dari Kemendikbud menunjukkan Program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) -program yang diterapkan sejak enam tahun lalu- periode 2016/2017 diikuti oleh 3.000 sarjana yang baru lulus, tersebar di 56 kabupaten.

Guru muda lain, Novim Aivianita Hanifi, yang ditempatkan di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, mengatakan keterbatasan menuntut para guru untuk kreatif.

"Papan tulis darurat ini digunakan ketika kami mengadakan tambahan belajar (les) untuk anak2 didik kami di rumah. Karena keterbatasan fasilitas, sebagai seorang guru sm3t kami diharuskan berpikir sekreatip mungkin. Salah satunya adalah dengan membuat papan tulis darurat," cerita Novim.

Novim juga mengatakan listrik hanya menyala sekitar empat jam mulai pukul 18 di desa penempatannya.

Bila di Nias Selatan, anak-anak bersemangat tinggi, di desa Ueruru, Bungku Utara, Morowali, kesadaran menuntut ilmu sangat kurang.

"Kesadaran akan pendidikan sangat kurang. Rata-rata di penempatan saya ini, mereka hanya lulusan SMP. Tingkat pengangguran tinggi. Anak mudanya hobi beradu ayam, pakai pil, dan miras," cerita Novim.

Rekomendasi Untuk Anda

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas