Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masyarakat Diminta Waspadai 'Proxy War' Seusai Pilkada DKI Jakarta

Proxy war atau upaya adu domba yang ingin membenturkan elemen antar masyarakat dan upaya delegitimasi pemerintah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Masyarakat Diminta Waspadai 'Proxy War' Seusai Pilkada DKI Jakarta
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), tengah mengecek 104 kotak suara di Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017). Sebagian besar logistik untuk Pilkada DKI 2017 pada putaran kedua ini telah didistribusikan sampai tingkat Kecamatan. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi meminta masyarakat perlu mewaspadai efek 'proxy war' pascaPilkada DKI Jakarta.

Proxy war atau upaya adu domba yang ingin membenturkan elemen antar masyarakat dan upaya delegitimasi pemerintah.

"Kebijaksanaan tokoh-tokoh masyarakat untuk menahan diri dari provokasi dan tetap melaporkan ke pihak berwenang terhadap upaya-upaya pelemahan NKRI, juga perlu di apresiasi dan ditindak lanjuti, agar jangan sampai ada timbul rasa tidak adil oleh masyarakat," kata Bobby di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Diketahui saat Rapimnas Partai Golkar di Balikpapan, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai faktor mendesak saat ini yakni menjaga suasana nasional tetap kondusif pascaPilkada DKI Jakarta.

Mengenai hal tersebut, Bobby mengatakan Fraksi Partai Golkar segera mengusulkan mengagendakan rapat dengan TNI, BIN, Menkominfo.

"Ini untuk mengantisipasi efek proxy war paska pilkada DKI," kata Politikus Golkar itu.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas